Suarapakar.com – 29 Juli 2026 | Perkembangan pesat kendaraan listrik (EV) di Indonesia dihadapkan pada tantangan besar: derasnya arus informasi yang simpang siur di media sosial. Mitos dan disinformasi kerap kali membuat masyarakat ragu untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan ini. Menjawab kegelisahan tersebut, Komunitas KOLEKSI Cetak Anggota Jadi Konten Kreator EV melalui program workshop strategi media sosial yang digelar di Stroom Coffeé, PLN UP3 Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu (26/7). Inisiatif ini bukan sekadar pelatihan membuat konten, melainkan sebuah upaya strategis untuk membangun barisan edukator digital yang handal.
Para anggota KOLEKSI dibekali keahlian untuk menyajikan informasi faktual mengenai kendaraan listrik kepada masyarakat luas. Workshop menghadirkan dua pakar konten otomotif ternama, yaitu Jason Andikha dari Obsessed To Wheels (OTW) dan Febry Arta dari Halotomotif. Mereka berbagi pengalaman mendalam mengenai teknik produksi konten otomotif yang menarik, mulai dari dasar-dasar pengambilan foto dan video berkualitas, proses penyuntingan yang efisien menggunakan smartphone, hingga strategi ampuh untuk memaksimalkan distribusi konten di berbagai platform media sosial.
Menjawab Keraguan Publik dengan Edukasi Berbasis Pengalaman
Langkah strategis yang diambil oleh KOLEKSI ini dinilai sangat relevan, terutama di tengah tingginya perdebatan mengenai kendaraan listrik yang masih marak di ranah digital. Data menunjukkan adanya kesenjangan persepsi yang perlu dijembatani. Berdasarkan hasil penelitian JUTIF 2026, sebanyak 63,3 persen komentar di YouTube terkait insentif kendaraan listrik masih didominasi oleh sentimen negatif. Isu utama yang sering dipertanyakan meliputi harga mobil listrik yang dianggap terlalu mahal, ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas, hingga keraguan terhadap efektivitas kebijakan subsidi dari pemerintah.
Also Read
Di sisi lain, penelitian SINKRON 2025 yang menganalisis lebih dari 23 ribu percakapan di platform X (sebelumnya Twitter) menunjukkan adanya pergeseran sentimen masyarakat ke arah yang lebih positif. Meskipun demikian, topik-topik krusial seperti harga, pajak, subsidi, regulasi impor, dan ketersediaan charging station masih menjadi bahasan utama yang paling sering diperbincangkan. Kondisi ini menegaskan bahwa edukasi yang disampaikan langsung oleh pengguna dengan pengalaman nyata menjadi salah satu kunci utama untuk mempercepat penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Praktik Langsung untuk Konten Berkualitas
Selama sesi pelatihan, anggota KOLEKSI tidak hanya diajarkan teknik membuat video yang memukau secara visual. Lebih dari itu, mereka juga dibekali pemahaman mendalam mengenai cara menyusun narasi yang informatif, membaca performa konten di media sosial, serta bagaimana menghadapi komentar negatif dengan pendekatan yang edukatif dan konstruktif. Seluruh materi dirancang agar bersifat praktis, memungkinkan peserta untuk langsung memproduksi konten berkualitas tinggi hanya dengan bermodalkan smartphone mereka.
Ketua Umum KOLEKSI, Arwani Hidayat, menekankan peran vital komunitas dalam membentuk persepsi positif terhadap kendaraan listrik. Menurutnya, pengalaman otentik dari para pengguna kendaraan listrik jauh lebih dipercaya oleh publik dibandingkan sekadar materi promosi. “Melalui standarisasi kemampuan literasi digital ini, KOLEKSI berharap para anggotanya mampu menghasilkan konten edukatif yang kredibel dan mudah dipahami masyarakat. Semakin banyak informasi yang disampaikan langsung oleh pengguna kendaraan listrik, semakin besar pula peluang untuk meredam disinformasi dan mempercepat transisi menuju ekosistem transportasi yang lebih bersih,” ujar Arwani.
Inisiatif Komunitas KOLEKSI Cetak Anggota Jadi Konten Kreator EV ini membuktikan bahwa peran komunitas otomotif kini semakin luas. Lebih dari sekadar wadah berkumpulnya para pemilik kendaraan listrik, KOLEKSI bertransformasi menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi yang akurat, membangun kepercayaan publik, dan secara aktif mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan demikian, Komunitas KOLEKSI Cetak Anggota Jadi Konten Kreator EV menjadi motor penggerak penting dalam ekosistem elektrifikasi nasional.
Melalui program ini, KOLEKSI tidak hanya memberdayakan anggotanya, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam upaya mewujudkan masa depan transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan di tanah air. Pengalaman nyata pengguna yang dibagikan melalui konten yang menarik dan informatif diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.




