Suarapakar.com – 28 Agustus 2026 | Jakarta – Menjelang aksi unjuk rasa yang dijadwalkan di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Pengalihan Arus Lalu Lintas Demo di DPR Bersifat Situasional. Keputusan mengenai rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan dinamika dan perkembangan massa di lapangan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
Sejumlah ruas jalan yang berpotensi terdampak dan perlu mendapat perhatian khusus antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Palmerah Timur, Jalan Gelora, Jalan Asia Afrika, Jalan Tentara Pelajar, hingga kawasan Semanggi. Mengingat sifatnya yang situasional, masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi dan siap mengubah rute perjalanan guna menghindari kemacetan. Hal ini penting demi kelancaran aktivitas sehari-hari sekaligus mengutamakan keselamatan.
Pendekatan Humanis dan Pelayanan Terbaik
Dalam upaya pengamanan aksi unjuk rasa, kepolisian menekankan pentingnya pendekatan yang humanis. Personel yang bertugas di lapangan diarahkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik peserta aksi maupun pengguna jalan lainnya. Hal ini sejalan dengan upaya memastikan bahwa hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum dapat terlaksana dengan tertib, aman, dan damai, tanpa mengganggu ketertiban umum.
Also Read
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang. Situasi Jakarta saat ini aman dan kondusif. Kami melakukan pengamanan agar penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung secara tertib, aman, dan damai. Kami berharap seluruh peserta dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban bersama,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, seperti dikutip dari laman Korlantas Polri.
Antisipasi Gangguan Keamanan Melalui Berbagai Lini
Selain fokus pada Pengalihan Arus Lalu Lintas Demo di DPR, kehadiran personel kepolisian juga bertujuan untuk mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara komprehensif. Langkah-langkah strategis meliputi patroli kewilayahan yang intensif, kegiatan intelijen yang terarah, hingga patroli siber untuk mendeteksi dini potensi provokasi atau penyebaran informasi negatif.
“Kami melakukan pemantauan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan sesuai dengan tujuan penyampaian aspirasi,” tegas AKBP Roby Heri Saputra. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan ibu kota, sekaligus memastikan bahwa kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap ketertiban masyarakat.
Ajakan Kolaborasi Menjaga Kedamaian
Polda Metro Jaya secara konsisten mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para peserta aksi, untuk bersama-sama bergandengan tangan dalam menjaga suasana ibu kota tetap damai dan kondusif. Imbauan agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan menjadi kunci penting selama rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung. Pengaturan arus lalu lintas yang dinamis, atau Pengalihan Arus Lalu Lintas Demo di DPR Bersifat Situasional, merupakan salah satu wujud kesiapan kepolisian dalam menghadapi berbagai kemungkinan.
Dengan adanya koordinasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan setiap unjuk rasa dapat berjalan sesuai koridor hukum dan norma yang berlaku, menciptakan iklim yang kondusif bagi demokrasi sekaligus menjaga kenyamanan bersama.




