Suarapakar.com – 30 September 2026 | Untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan memastikan kelancaran transportasi selama perbaikan Jembatan Pajarakan yang krusial di jalur Pantura, Tol Prosiwangi difungsikan untuk mendukung perbaikan Jembatan Pajarakan. Pengoperasian fungsional ruas Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Simpang Susun (SS) Kraksaan-SS Paiton dimulai bersamaan dengan dimulainya perbaikan jembatan tersebut. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak kemacetan yang mungkin terjadi di salah satu arteri vital wilayah Probolinggo.
Perbaikan Jembatan Pajarakan yang Mendesak
Jembatan Pajarakan yang berlokasi di KM 119+320, merupakan bagian tak terpisahkan dari jaringan jalan nasional Pantai Utara (Pantura) yang melayani mobilitas tinggi kendaraan di Probolinggo. Rencananya, perbaikan jembatan ini akan dimulai pada Rabu, 30 September 2026, dengan estimasi durasi pekerjaan selama 81 hari kalender. Mengingat peran strategis jembatan ini, perbaikan yang memakan waktu hampir tiga bulan tersebut memerlukan perhatian khusus dan manajemen lalu lintas yang matang.
Tol Prosiwangi Jadi Solusi Sementara
Menyadari potensi hambatan yang ditimbulkan oleh perbaikan Jembatan Pajarakan, pemerintah dan pihak terkait mengambil langkah proaktif. Ruas Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-SS Kraksaan-SS Paiton mulai difungsionalkan pada tanggal yang sama dengan dimulainya perbaikan jembatan, yaitu 30 September 2026. Keberadaan ruas tol fungsional ini diharapkan mampu menjadi alternatif utama bagi para pengendara, sehingga arus lalu lintas di jalur Pantura tidak mengalami kelumpuhan total. Pengoperasian fungsional ini akan berlangsung selama 14 hari, sebelum kemudian diberlakukan tarif sesuai ketentuan yang berlaku.
Also Read
Koordinasi Lintas Instansi untuk Rekayasa Lalu Lintas
Persiapan matang dilakukan melalui rapat koordinasi manajemen lalu lintas jaringan jalan nasional Pantura ruas Probolinggo-Paiton KM 119+320. Rapat yang diselenggarakan di Aula Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (29/9/2026), melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah Kabupaten Probolinggo diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Bambang Singgih Hartadi, perwakilan DPUPR, Camat Pajarakan Sudarmono, dan Kepala Desa Selogudig Wetan Bagus Budi Prayoga. Selain itu, koordinasi juga diperluas hingga ke tingkat provinsi dan nasional, melibatkan Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kepala BPTD Kelas II Jawa Timur, Dishub Provinsi Jawa Timur, DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah pemerintah daerah di Jawa Timur. Unsur pengelola dan pelaksana jalan tol serta pekerjaan jalan nasional juga turut hadir dalam pembahasan krusial ini.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Edy Suryanto, menegaskan komitmen Pemkab Probolinggo dalam menyiapkan rekayasa lalu lintas. “Perbaikan jembatan Pajarakan akan dimulai 30 September 2026 selama 81 hari kalender. Telah disiapkan beberapa rekayasa lalu lintas bersama instansi terkait,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa difungsionalkannya Tol Prosiwangi segmen Gending-SS Kraksaan-SS Paiton menjadi momentum penting dalam mendukung pengaturan arus kendaraan selama periode perbaikan.
Dukungan Tol Prosiwangi dan Harapan Kelancaran
Perbaikan Jembatan Pajarakan dan pengoperasian fungsional ruas Tol Prosiwangi yang berlangsung bersamaan menjadikan manajemen lalu lintas sebagai prioritas utama. Koordinasi lintas instansi yang intensif diharapkan dapat menjamin kelancaran arus kendaraan, meskipun dengan adanya pekerjaan di salah satu jalur utama. Pengguna jalan diimbau untuk bersabar dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka selama masa perbaikan ini. Dengan adanya rekayasa lalu lintas yang terencana dan dukungan dari operasional fungsional Tol Prosiwangi, diharapkan dampak negatif terhadap mobilitas dapat diminimalkan. Kehadiran Tol Prosiwangi difungsikan untuk mendukung perbaikan Jembatan Pajarakan ini menjadi bukti sinergi antarlembaga demi kepentingan publik.
Pengguna jalan yang melintas di wilayah Probolinggo dan sekitarnya diharapkan untuk selalu memantau informasi lalu lintas terkini dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepedulian dan kerja sama dari seluruh pengguna jalan sangat diperlukan agar perbaikan Jembatan Pajarakan dapat berjalan lancar dan efisien. Keberhasilan dalam mengelola situasi ini akan kembali menegaskan pentingnya infrastruktur pendukung seperti Tol Prosiwangi difungsikan untuk mendukung perbaikan Jembatan Pajarakan dalam menghadapi tantangan transportasi di masa mendatang.



