Indonesia dan India Gebrak Pasar Kendaraan Listrik: Kolaborasi Semikonduktor Jadi Kunci!

Author Image

Terbit

31 Agustus 2026, 05:24 WIB

Indonesia dan India Gebrak Pasar Kendaraan Listrik: Kolaborasi Semikonduktor Jadi Kunci!
Indonesia dan India Gebrak Pasar Kendaraan Listrik: Kolaborasi Semikonduktor Jadi Kunci!

Suarapakar.com – 31 Agustus 2026 | JAKARTA – Peluang besar terbuka bagi Indonesia dan India dalam mengembangkan industri kendaraan listrik di kawasan Indo-Pasifik. Dalam sebuah pertemuan bilateral yang strategis di Jaipur, India, pekan lalu, kedua negara sepakat untuk menjajaki peluang kerjasama yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan, khususnya dalam pengembangan semikonduktor yang krusial bagi ekosistem kendaraan listrik.

Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, menyatakan optimisme tinggi terhadap hasil pertemuan tersebut. “Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Perindustrian. Ia menambahkan bahwa Indonesia dan India memiliki potensi besar karena didukung oleh pasar domestik yang luas serta basis manufaktur yang kuat, sehingga struktur industri kedua negara dinilai sangat saling melengkapi dalam mewujudkan rantai pasok kendaraan listrik di kawasan.

Pemerintah India menyambut positif usulan kerjasama yang diajukan Indonesia, terutama di sektor-sektor strategis seperti industri hijau, semikonduktor, dan industri agro. Perhatian khusus turut disampaikan oleh pihak India terkait kebijakan pembatasan kuota impor terhadap beberapa produk mereka ke Indonesia. Isu ini akan menjadi tindak lanjut dengan diteruskan kepada kementerian terkait di Indonesia untuk mencari solusi terbaik.

Lebih lanjut, Indonesia secara spesifik mengajak India untuk memperluas kolaborasi dalam industri semikonduktor. Sektor ini memegang peranan vital sebagai penopang berbagai industri prioritas, mulai dari elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga transformasi digital. Pengembangan semikonduktor menjadi kunci untuk mendorong otomatisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), smart manufacturing, serta pengembangan data center yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan daya saing industri kedua negara.

Kerjasama di sektor kendaraan listrik ini bukan tanpa alasan. Hubungan dagang antara Indonesia dan India selama ini menunjukkan tren positif. Data dari Kementerian Perindustrian mencatat, nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2023 mencapai USD 23,16 miliar. Angka ini terdiri dari ekspor Indonesia sebesar USD18,32 miliar dan impor sebesar USD4,84 miliar. Namun demikian, terdapat catatan penurunan ekspor produk industri pengolahan nonmigas Indonesia ke India dalam beberapa tahun terakhir, yang menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan kedua negara untuk memperluas akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia.

Pertemuan bilateral ini juga bertepatan dengan momentum Indonesia yang resmi menjadi anggota penuh BRICS. Keanggotaan ini membuka lebih lebar pintu kolaborasi industri dengan negara-negara anggota BRICS, termasuk India, yang berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kedua belah pihak. Dengan terjalinnya kerjasama yang erat di sektor-sektor strategis seperti kendaraan listrik dan semikonduktor, Indonesia dan India berupaya memperkuat posisi mereka dalam lanskap industri global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Diskusi mengenai Indonesia dan India Bahas Peluang Kerjasama Kendaraan Listrik ini menjadi penanda langkah maju dalam memperdalam kemitraan ekonomi kedua negara. Fokus pada pengembangan infrastruktur pendukung, transfer teknologi, dan harmonisasi regulasi diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di kedua negara dan kawasan. Potensi pasar yang besar dan kesamaan visi dalam pengembangan industri hijau menjadikan kolaborasi ini sangat prospektif. Indonesia dan India Bahas Peluang Kerjasama Kendaraan Listrik, khususnya dalam hal inovasi teknologi dan penguatan rantai pasok, menjadi tonggak penting dalam mewujudkan masa depan mobilitas yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Related Post

Terbaru