Suarapakar.com – 22 Juni 2026 | Persaingan di segmen SUV listrik di Indonesia dipastikan akan semakin memanas. Menjelang peluncuran resminya di ajang GIIAS 2026, kami berkesempatan melakukan Test Drive Leapmotor B10: Harga 500 Jutaan dengan Rasa Eropa. Perjalanan dari Jakarta menuju Bandung ini membuktikan bahwa persepsi negatif terhadap mobil listrik asal China perlahan mulai terkikis, setidaknya melalui pengalaman kami dengan Leapmotor B10.
Selama beberapa tahun terakhir, konsumen kerap menyuarakan keluhan seputar mobil listrik buatan Tiongkok, mulai dari sistem infotainment yang lemot, kualitas material interior yang kurang memuaskan, hingga suara motor listrik yang masih mengganggu kenyamanan kabin. Namun, pengalaman tersebut justru bertolak belakang saat kami menjajal langsung Leapmotor B10. SUV listrik ini menawarkan nuansa premium yang bahkan sanggup mendekati karakter mobil-mobil Eropa.
Interior Premium dengan Sentuhan Teknologi Modern
Begitu membuka pintu dan memasuki kabin Leapmotor B10, kesan modern dan elegan langsung menyapa. Dashboard dirancang dengan gaya minimalis, bebas dari ornamen berlebihan, sehingga menciptakan tampilan yang bersih, mewah, dan mudah dipelajari. Fokus perhatian langsung tertuju pada layar sentuh horizontal berukuran 14,6 inci yang menjadi pusat kendali. Menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8155 dan sistem operasi Leap OS 4.0, seluruh menu berjalan sangat responsif. Perpindahan antarmuka terasa mulus, setara dengan pengalaman menggunakan smartphone kelas premium.
Also Read
Fitur kamera 360 derajat juga menjadi salah satu nilai jual utama yang patut diacungi jempol. Kualitas gambar yang dihasilkan sangat tajam, didukung oleh pilihan tampilan panorama dan bird view yang sangat membantu saat bermanuver di area parkir sempit maupun medan perkotaan yang padat. Tak lupa, Leapmotor turut menyematkan dua wireless charging pad di konsol tengah, memungkinkan pengemudi dan penumpang untuk mengisi daya ponsel secara bersamaan tanpa kerepotan kabel.
Kualitas material interior Leapmotor B10 juga patut mendapat apresiasi tinggi. Permukaan dasbor dan panel pintu terasa lembut di sentuhan, dengan finishing yang rapi dan presisi. Menariknya lagi, seluruh material yang digunakan telah memenuhi standar Oeko-Tex Standard 100, yang berarti minim kandungan zat kimia berbahaya dan aman bagi seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak. Keunggulan lain yang terasa signifikan adalah absennya aroma menyengat khas mobil baru pada umumnya, berkat penggunaan perekat berbasis air dalam proses produksinya.
Struktur Canggih untuk Handling Lebih Stabil
Keunggulan fundamental Leapmotor B10 terletak pada penerapan teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0. Berbeda dengan konstruksi mobil listrik konvensional yang menempatkan baterai di bawah lantai, teknologi ini mengintegrasikan paket baterai langsung sebagai bagian integral dari struktur bodi. Hasilnya adalah pusat gravitasi kendaraan yang lebih rendah, yang secara signifikan berkontribusi pada stabilitas handling, serta memberikan ruang kabin yang lebih lega.
Teknologi CTC 2.0 juga diklaim mampu meningkatkan kekakuan struktur kendaraan. Leapmotor mengklaim rigiditas torsional mencapai 36.300 Nm/derajat, sebuah angka yang biasanya hanya ditemukan pada SUV premium dengan banderol harga yang jauh lebih tinggi. Klaim ini terbukti saat kami melintasi Tol Cipularang. Karakter handling terasa sangat stabil dan meyakinkan, bahkan pada kecepatan tinggi.
Suspensi Leapmotor B10, yang dikembangkan bersama tim engineering Maserati di Balocco, Italia, menunjukkan performa impresif. Kemampuannya meredam permukaan jalan beton yang seringkali kasar di Indonesia terbilang baik, tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang. Respon kemudi terasa presisi, memberikan kontrol yang mantap bagi pengemudi. Yang paling mengejutkan adalah tingkat kesenyapan kabin. Dengung motor listrik yang biasanya menjadi momok pada mobil listrik, hampir tidak terdengar sama sekali. Kualitas NVH (Noise, Vibration, Harshness) menjadi salah satu keunggulan paling menonjol dari Test Drive Leapmotor B10: Harga 500 Jutaan dengan Rasa Eropa ini.
Dirakit Lokal, Siap Bersaing di Segmen SUV Listrik Menengah
Salah satu faktor kunci yang akan memuluskan penetrasi Leapmotor B10 di pasar Indonesia adalah statusnya sebagai mobil yang dirakit secara lokal. Fasilitas produksi PT National Assembler (Indomobil Group) di Purwakarta, Jawa Barat, menjadi saksi bisu perakitan SUV listrik ini, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diklaim mencapai lebih dari 40 persen. Kapasitas produksi fasilitas ini sekitar 800 unit per bulan, sebuah angka yang diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar tanpa menimbulkan waktu inden yang panjang bagi konsumen.
Meskipun harga resminya masih menjadi misteri, Leapmotor Indonesia telah memberikan sinyal kuat bahwa B10 akan dipasarkan di kisaran Rp500 jutaan. Dengan spesifikasi dan kualitas yang kami rasakan selama Test Drive Leapmotor B10: Harga 500 Jutaan dengan Rasa Eropa, SUV listrik ini diprediksi akan menjadi pesaing serius bagi model-model seperti BYD Atto 3, Geely EX5, MG S5 EV, hingga Aion V. Jika seluruh aspek positif yang kami alami ini mampu dipertahankan hingga peluncuran resmi di GIIAS 2026, Leapmotor B10 berpotensi besar menjadi salah satu penantang paling kuat dan menarik di segmen SUV listrik menengah di Indonesia.

