Connect with us

Kriminal

Youtuber Diduga Diperas dan Dianiaya, Istri Lapor ke Komnas HAM dan Ombudsman

Polrestabes medan: “Itu udah lima bulan yang lalu itu, udah kita cek nggak ada pungutan itu,”

Diterbitkan

on

outuber asal Kota Medan Beni Eduward (suara pakar)
Youtuber asal Kota Medan Beni Eduward

Suarapakar.com – Kasus dugaan penganiayaan dan pemerasan yang dialami oleh Youtuber asal Kota Medan Beni Eduward dilaporkan ke Komnas HAM dan Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara.

Istri Beni, Fitra mengaku, melaporkan kejadian pemerasan dan penganiayaan yang dialami oleh Beni tersebut kepada Komnas HAM RI melalui nomor pengaduan. Namun tak mendapatkan solusi dari instansi tersebut.

“Dari awal sudah ke Komnas HAM. Cuma Komnas nindaklajuti sampai datang ke Medan cuma enggak ada hasil, nggak ada ketemu Kasat, nggak ada ketemu Kanit. Ketemu cuma sama penyidik itupun Komnas HAM nggak ketemu Bang Beni alasannya Covid-19. Saya melapor dari nomor pengaduan Komnas HAM pusat,” tuturnya, Selasa (9/3/2021).

Karena tak mendapatkan penanganan yang baik, Fitra kemudian melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut yang diketuai Abyadi Siregar, langsung menindaklanjutinya hingga memindahkan Beni ke sel yang berbeda.

“Langsung ditindaklanjuti, akhirnya Pak Abyadi datang ke Propam, ke Polres, baru sidak di RTP Polrestabes Medan baru dipanggil Bang Beni. Suami saya minta supaya dipindahkan blok karena tidak sanggup jadi bulan-bulanan pemukulan dan pemerasan di dalam,” jelasnya.

Fitra menjelaskan bahwa suaminya dipindahkan pada November 2020 setelah Ombudsman melakukan sidak ke RTP Polrestabes Medan. Sejak dipindahkan itu ia bersama anak-anak bisa bertemu Beni pada Desember 2020 lalu.

“Setelah pindah blok itu sampai sekarang tidak pernah dimintai uang. Bahkan di blok itu saya bisa ketemu suami saya itu sudah 4 bulan barulah bisa ketemu anak. Pemerasan itu di dua bulan awal Agustus September Oktober,” bebernya.

Sebelumnya Beni ditangkap bersama rekannya Joniar Nainggolan (45) yang mengelola akun Youtube Joniar News Pekan usia mengunggah video di akun youtube JONIAR NEWS PEKAN.

Mereka dijerat melanggar pasal 45 ayat (3) UU RI No. 11 Tahun 2016 dan atau Pasal 45A ayat (1) tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) Subsider pasal 14 ayat 1 Undang undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Baca juga: Youtuber Medan Benni Eduward Mengaku Dianiaya dan Diperas Didalam Sel

Polrestabes Medan Bantah Semua Tuduhan

Sebelumnya, Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Zonni Aroma membantah adanya keterlibatan oknum polisi penganiayaan Beni dalam sel tahanan tersebut. Pihaknya telah menelusurinya.

“Enggak ada, enggak bener itu, enggak ada kita terima laporan. Sudah kita cek, enggak ada keluarga buat laporan,” tegas Zonni.

Soal pemerasan oleh oknum polisi pun demikian. Pihaknya juga pengecekan di RTP tak menemukan bukti apa pun.

“Enggak ada, udah kita cek semua. Itu udah lima bulan yang lalu itu, udah kita cek nggak ada pungutan itu,” pungkasnya.

Reporter: Alfian Syah

Berita Populer