Connect with us

Nasional

Waspada, BNPB Ingatkan Potensi Bahaya Banjir di Sejumlah Wilayah Indonesia

“Sejumlah wilayah tersebut termasuk daerah dengan catatan historis banjir tertinggi berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI),”

Diterbitkan

on

BNPB Ingatkan Potensi Bahaya Banjir (suara pakar)
Kejadian banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang terjadi pada Selasa lalu (13/7). (Sumber: BNPB)

Suarapakar.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga di beberapa wilayah Indonesia waspada terhadap potensi bahaya banjir pada hari ini, Senin (19/7/2021). Wilayah-wilayah yang berstatus waspada banjir dapat dipantau pada tautan analisis inaRISK dan analisis data impact based forecast dari BMKG.

“Direktorat Peringatan Dini BNPB mengidentifikasikan sejumlah wilayah dengan status ‘waspada’ banjir di wilayah administrasi kabupaten dan kota hingga kecamatan,” tulis BNPB dari laman resminya, Senin (19/7/2021).

Dari hasil analisis yang dilakukan, BNPB menginformasikan, Kabupaten Bogor, Ciamis, Cianjur, Tasikmalaya, Kota Bogor dan Pangandaran di Provinsi Jawa Barat berstatus waspada banjir. Selain itu, Cilacap dan Banyumas di Provinsi Jawa Tengah dan Donggala di Sulawesi Tengah, juga berada pada status yang sama.

“Sejumlah wilayah tersebut termasuk daerah dengan catatan historis banjir tertinggi berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI),” ungkap BNPB.

Untuk itu, BNPB meminta pemerintah daerah yang telah teridentifikasi potensi bahaya banjir itu untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan. Pertama, memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak.

“Kedua, koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya. Ketiga, mengidentifikasi tempat pengungsian termasuk infrastruktur pengungsian sesuai protokol kesehatan,” imbau BNPB.

Lalu yang keempat, mengidentifikasi kebutuhan logistik dan peralatan. Serta yang kelima, memastikan alat peringatan dini berfungsi dengan baik, dan keenam memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi.

Baca juga: Banjir Terjang Dua Kecamatan di Gorontalo, 2.355 Warga Terdampak

BNPB Minta Masyarakat Antisipasi dan Siaga

Di samping itu, BNPB juga meminta masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah berpotensi banjir untuk mengambil langkah antisipasi dan kesiapsiagaan. Langkah tersebut dilakukan di tingkat keluarga maupun komunitas.

Berikut ini rekomendasi langkah dari BNPB yang dapat dipersiapkan di tengah masyarakat:

  1. Menyiagakan tim siaga bencana, seperti memantau kondisi terkini lapangan, melakukan koordinasi dengan aparatur desa dan menyiapkan evakuasi.
  2. Menyimpan barang penting ke tempat aman di dalam rumah.
  3. Membatasi aktivitas di luar rumah.
  4. Jika berada di luar rumah hindari pohon besar, baliho, dan saluran air atau gorong-gorong.
  5. Menyiapkan tas siaga yang dapat diisi dengan makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga, maupun barang-barang lain yang dibutuhkan, seperti masker medis cadangan, hand-sanitizer.
  6. Tetap melakukan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
GRANPRIZE

Berita Populer