Connect with us

Nasional

Waspada, BMKG Ungkap Dampak Siklon Tropis Malou di Indonesia

“Gelombang dengan ketinggian 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera,”

Diterbitkan

on

Dampak Siklon Tropis Malou (suara pakar)
Siklon Tropis Malou Terdeteksi di Indonesia. (Sumber: BMKG)

Suarapakar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) melakukan pemantauan Siklon Tropis Malou serta dampaknya untuk wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto menyebut bahwa siklon tersebut tumbuh di Samudra Pasifik timur laut Filipina. Meski posisinya sudah cukup jauh dari Indonesia, dampaknya masih bisa terjadi di Tanah Air.

“Dampak tidak langsung terhadap kondisi gelombang di wilayah Indonesia masih dapat terjadi dalam 24 jam ke depan berupa gelombang dengan ketinggian 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera,” ujar Guswanto melalui keterangan resmi dikutip dari cnnindonesia, Jumat (29/10/2021).

Siklon tropis Malou merupakan siklon yang tumbuh dari bibit siklon 98W yang terbentuk sejak 25 Oktober 2021. Berdasarkan analisis terbaru BMKG pada Selasa (26/10/2021) pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis Malou memiliki kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 45 knot (83 km/jam).

Siklon Tropis Malou juga memiliki tekanan di pusatnya mencapai 994 hPa dengan pergerakan sistem ke arah utara dan keluar dari wilayah monitoring TCWC Jakarta dalam 24 jam ke depan dengan intensitas yang menguat.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Baca juga: Fenomena La Nina, BNPB Warning 34 Provinsi

Bibit Siklon Tropis 99W di Laut China Selatan

Selain itu, Guswanto mengungkapkan bahwa BMKG masih memantau Bibit Siklon Tropis 99W di Laut China Selatan tepatnya di 12.7° LU, 110.6° BT.

Kecepatan angin maksimum sistem 99W mencapai 23 knot (42 km/jam) dengan tekanan 1009 mb, pergerakan ke arah barat laut menuju daratan Vietnam. Diperkirakan bibit 99W akan melemah intensitasnya seiring pergerakan ke arah daratan.

Bibit Siklon Tropis 99W juga memberikan dampak tidak langsung berupa potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar Kalimantan dan tinggi gelombang 2,4 – 4 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara dan Laut China Selatan.

BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan Siklon Tropis dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstremnya. Terkait dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak.

Menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan lainnya. Serta mewaspadai potensi dampak seperti banjir/bandang/banjir pesisir, tanah longsor dan banjir bandang terutama di daerah yang rentan.

KELASTRADING

Berita Populer