Connect with us

Nasional

Waspada, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir dan Tsunami Jelang Nataru

“Periode Natal dan Tahun Baru menunjukkan bahwa curah hujan pada umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi (100-500 mm per bulan),”

Diterbitkan

on

Suara Pakar - Ancaman Banjir dan Tsunami

Suarapakar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman banjir, gempa bumi, hingga tsunami saat libur Natal dan tahun baru (Nataru).

BMKG menyebut pada Desember 2021 dan Januari 2022 sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat.

“Periode Natal dan Tahun Baru menunjukkan bahwa curah hujan pada umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi (100-500 mm per bulan),” kata Humas BMKG dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dikutip dari cnnindonesia, Sabtu (4/12/2021).

Pada periode 25 Desember-1 Januari, dari laporan BMKG memperlihatkan hampir seluruh provinsi di Indonesia akan mengalami hujan lebat. Beberapa provinsi itu di antaranya Sumatera, Kalimantan, Jawa, NTT, Papua, Sulawesi sebagian besar hujan lebat, kecuali di Sulawesi Barat, Maluku hujan sedang.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Ia pun mengatakan bahwa tsunami dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Namun, tidak dapat dipastikan dengan tepat kapan waktu bencana itu akan terjadi. Meski begitu, jika dilihat secara historis, tsunami di Indonesia sudah terjadi ratusan kali.

“Catatan katalog tsunami BMKG menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia sejak tahun 1608 sudah terjadi tsunami lebih dari 246 kali, sehingga kita semua patut waspada,” ucapnya.

Baca juga: Tanah Longsor di Toraja Utara: 1 Warga Meninggal, 5 Terluka

BMKG Juga Minta Masyarakat Waspada Gempa

Selain itu, ia juga mencatat aktivitas gempa di Indonesia mengalami peningkatan selama bulan November. Berdasarkan hasil monitoring BMKG, terjadi gempa sebanyak 980 kali dengan berbagai variasi magnitudo dan kedalaman selama November di Indonesia.

Jumlah ini meningkat dari pada bulan Oktober lalu yakni sebanyak 844 kali.

“Selama bulan November 2021 aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi oleh gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 5,0 yang terjadi sebanyak 969 kali,” kata Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan pers.

Menurut BMKG, zona aktif gempat tersebar di 10 kluster seismisitas yaitu Aceh-Nias, Bengkulu-Lampung-Selat Sunda, Selatan Banten-Jawa Barat, Selatan Yogyakarta-Jawa Timur, Lombok-Bima-Sumba, Sigi-Luwu Timur, Minahasa Selatan-Utara, Laut Maluku, Ambon-Seram, dan Papua Utara.

“Masyarakat diminta tetap waspada terhadap aktivitas gempa bumi di Indonesia,” pungkasnya.

Berita Populer