Connect with us

Peristiwa

Warga Dua Desa di Maluku Tengah Bentrok, 2 Orang Dilaporkan Tewas

Kedua desa pernah terlibat pertikaian akibat permasalahan tapal batas dan masalah tersebut hingga saat ini belum dapat terselesaikan. Sehingga, dari waktu ke waktu konflik serupa terus terulang.

Diterbitkan

on

Warga Dua Desa di Maluku Tengah Bentrok, 2 Orang Dilaporkan Tewas (suara pakar)
Sejumlah rumah warga di Maluku Tengah dibakar akibat bentrokan (kiri). Aparat keamanan bersenjata tampak berjaga di lokasi kejadian. (Sumber: Istimewa)

Suarapakar.com – Dua orang dilaporkan tewas akibat bentrokan antara warga Desa Kariuw dengan Desa Ori Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku, Rabu (26/1/2022).

Selain korban tewas, sejumlah rumah warga pun menjadi sasaran pembakaran dari bentrokan tersebut. Aparat kepolisian dan TNI telah dikerahkan ke lokasi dan meminta warga untuk menahan diri.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Mohamad Roem Ohairat mengatakan bahwa terjadinya bentrokan 2 desa tersebut berawal dari kesalahpahaman antara dua orang warga kampung yang bertetangga itu.

“Kemarin sore terjadi kesalahpahaman antara dua orang warga,” kata Ohairat, melansir dari cnnindonesia.com.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Ia menyebutkan masalah tersebut kemudian berbuntut panjang hingga akhirnya terjadi konsentrasi massa yang menganiaya seorang warga desa. Penganiayaan itu tak juga terselesaikan dan malah menyulut pertikaian antara warga dua desa yang pecah pada hari ini.

“Ini terus berbuntut sampai dengan pagi tadi yang kami sesalkan adanya penyerangan kepada kedua belah pihak,” ujar Ohairat.

Baca juga: Bentrokan di Sorong Papua Barat, 18 Orang Tewas Terbakar

Polisi Luka Tembak, 2 Desa Pernah Bentrok Soal Tapal Batas

Ohairat menjelaskan dalam insiden itu seorang personel Polsek Pulau Haruku turut menjadi korban luka dan tertembak pada bagian rahang. Saat ini, anggota polisi tersebut telah dibawa ke Ambon untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Untuk mengantisipasi situasi keamanan di sana, polisi mempertebal pasukan pengamanan. Setidaknya, 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) atau sekitar 100 personel telah diberangkatkan ke Pulau Haruku.

Menurutnya, jejak sejarah pernah mencatat pertikaian yang terjadi antara kedua desa tersebut akibat permasalahan tapal batas. Roem menilai bahwa masalah tersebut hingga saat ini belum dapat terselesaikan. Sehingga, dari waktu ke waktu konflik serupa terus terulang.

“Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat kedua desa untuk menahan diri,” tambah dia.

Akibat bentrokan yang terjadi, sejumlah penduduk Desa Kariuw diketahui mengungsi ke dataran tinggi. Hal itu dilakukan usai seorang pendeta meminta jemaatnya untuk mengevakuasi diri setelah ada rumah di kampung yang terbakar akibat bentrokan itu.

Berita Populer