Connect with us

Kriminal

Usai Perkosa Pegawai, Bos Warteg di Cikarang Coba Bunuh Diri

“Setelah selesai melakukan (pemerkosaan), pelaku keluar dari kamar dan mengambil pisau di dapur dan mengancam korban ‘Awas, kalau teriak, saya bunuh’,”

Diterbitkan

on

Suarapakar.com - Bos Warteg Bahari di Cikarang, Bekasi perkosa pegawainya sendiri
Ilustrasi korban pemerkosaan (Foto: primaberita)

Suarapakar.com – Seorang pria berinisial EW yang merupakan pemilik Warteg Bahari di Cikarang, Kabupaten Bekasi menjadi tersangka usai memperkosa pegawainya sendiri pada Minggu (06/02/2022) yang lalu sekitar pukul 05.30 WIB.

Peristiwa itu sendiri terjadi di Warteg Baharri milik EW sendiri dalam waktu yang singkat. Awalnya pelaku masuk ke kamar korban dan langsung mendorong korban hingga terjatuh.

Sejurus kemudian, pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya dan memuaskan nafsunya kepada korban. Pelaku juga mengancam korban dengan senjata tajam agar korban tidak berteriak.

“Setelah selesai melakukan (pemerkosaan), pelaku keluar dari kamar dan mengambil pisau di dapur dan mengancam korban ‘Awas, kalau teriak, saya bunuh’,” papar Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Mustakim mengutip detik, Jumat (11/02/2022).

Usai kejadian itu, korban menghubungi keluarganya yang tinggal di sekitar tempat korban bekerja. Keluarga bersama sejumlah warga kemudian mendatangi Warteg milik EW.

Baca Juga: Ancam Warga dan Lukai Petugas, Pria di Simalungun di Dor Polisi

Kata Kompol Mustakim lagi, karena merasa tak kuat menanggung malu, pelaku berusaha melakukan percobaan bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perutnya sebanyak 5 kali

“Ya (tersangka) malu karena ketahuan kakak korban,” kata Kompol Mustakim.

Percobaan bunuh diri pelaku sendiri gagal, namun demikian ia menderita luka cukup serius dan dilarikan ke Rumah Sakit Polri untuk mendapat tindakan medis.

Walau tengah dirawat, pelaku tetap akan mempertanggung jawabkan perbuatannya atas pemerkosaan tersebut. Kompol Mustakim mengatakan jika pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dijerat Pasal 81 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan ke-2 atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Ya sudah jadi tersangka. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandas Kompol Mustakim.

Berita Populer