Connect with us

Peristiwa

Usai OTT dan Kerangkeng Manusia, 7 Satwa Dilindungi Disita dari Rumah Bupati Langkat Nonaktif

“Selanjutnya untuk proses hukumnya diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Wilayah Sumatera,”

Diterbitkan

on

Satwa Liar Dilindungi Diamankan dari Rumah Bupati Nonaktif Langkat (suara pakar)
Petugas mengevakuasi Monyet hitam Sulawesi dari rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin. (Sumber: BBKSDA)

Suarapakar.com – Tujuh satwa liar dilindungi diamankan dan dievakuasi dari rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin. Kabar ini kembali membuat heboh setelah sebelumnya OTT KPK dan kerangkeng manusia

Evakuasi dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut bersama Balai Gakkum Wilayah Sumatera dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC) pada Selasa (25/1/2022).

“Kegiatan penyelamatan berupa evakuasi didasarkan atas informasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang ditemukan adanya satwa liar yang dilindungi di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif TRP di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat,” tutur Plt Kepala BBKSDA Sumut, Ir Irzal Azhar, M.Si dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/1/2022).

Irzal menyebutkan, ada pun satwa liar dilindungi yang dievakuasi dari rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin tersebut, satu individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) jantan, satu individu Monyet Hitam Sulawesi (Cynopithecus niger). Lalu, satu ekor burung Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus), 2 ekor Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dan 2 individu Beo (Gracula religiosa).

https://bit.ly/kodesuarapakar

“Tim mengevakuasi Orangutan Sumatera dan menitipkannya di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Batu Mbelin, Sibolangit guna dirawat dan direhabilitasi yang selanjutnya akan dikembalikan ke habitatnya setelah dilakukan kajian kesiapan satwa untuk dapat dilepasliarkan,” jelas Irzal.

“Sedangkan untuk satwa Monyet Hitam Sulawesi, Elang Brontok, Jalak Bali dan Beo dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit,” tambahnya.

Satwa liar dilindungi Elang Brontok, Orangutan, Jalak Bali dan Beo yang diamankan dari rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin. (Sumber: BBKSDA Sumut/Suara Pakar)

Baca juga: Dugaan Penyiksaan, Polisi Selidiki Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

Pelihara Satwa Liar Dilindungi Terancam Dihukum 5 Tahun Penjara

Irzal menjelaskan, semua satwa yang diamankan oleh petugas tersebut merupakan jenis satwa yang dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar jo. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/ 12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Pasal 21 ayat 2a Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 mengatur bahwa setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Dan pasal 40 ayat 2 mengatur pula barangsiapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

“Selanjutnya untuk proses hukumnya diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Wilayah Sumatera,” pungkasnya.

Berita Populer