Connect with us

Peristiwa

Usai Disidang, Pemilik Warung Kopi Rakesh Dilaporkan ke Polisi

“Pasal 212 KUHPidana dengan ancaman paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500,”

Diterbitkan

on

Pemilik warung kopi, Rakesh (kemeja kuning) keluar dari gedung Satreskrim Polrestabes Medan, Jumat (16/7/2021). (Foto: Jafar Wijaya/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Pemilik warung kopi Rakesh kembali harus berurusan dengan hukum, setelah ia dilaporkan salah seorang petugas Satpol PP ke polisi, Jumat (16/7/2021).

Adalah Indra Syahputra Lubis (45) warga Jalan Mawar Raya, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, petugas Satpol PP yang melaporkan Rakesh ke polisi. Laporan tersebut terkait insiden penyiraman air panas saat petugas meminta Rakesh menutup usahanya karena dinilai melanggar PPKM Darurat.

“Kita mengamankan terlapor atas bukti laporan polisi LP7B7143/VU|2021| SPKT RESTABES MEDAN TANGGAL 15 JULI 2021,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles Ranggak Putra.

Rafles menjelaskan, tindakan Rakesh tersebut sebagai perbuatan perlawanan terhadap seorang petugas yang sedang menjalankan tugas.

“Barang siapa yang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah atau orang yang menurut kewajiban Undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 212 KUHPidana,” jelas Rafles.

Baca juga: Tolak Ditutup, Pemilik Warung Siram Petugas dengan Air Panas

Rakesh Dilaporkan ke Polisi, Ini Ancaman Hukumannya

Insiden ini berawal saat petugas gabungan mendatangi usaha milik Rakesh Warkop DKI di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan. Petugas mengimbau agar Rakes menutup usahanya dan memerintahkan semua pengunjung untuk pulang.

“Tetapi pada saat itu, pemilik usaha melawan dengan tidak mau mematuhi peraturan tentang PPKM Darurat Kota Medan,” ujar Rafles.

Laporan ke polisi tersebut, Rakesh pun kembali harus berurusan dengan hukum setelah ia disidang atas tindak pidana ringan (Tipiring) akibat membuka usahanya saat PPKM Darurat, Kamis (15/7/2021). Rakesh dijatuhi denda Rp300 ribu atau penjara 2 hari.

“Pasal 212 KUHPidana dengan ancaman paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500,” pungkas Rafles.

Reporter: Jafar Wijaya

GRANPRIZE

Berita Populer