Connect with us

Nasional

Update Gempa M 7.4 NTT, 4.838 Warga Selayar Sulsel Mengungsi

“Hingga hari Jumat, 17 Desember 2021 pukul 05.00 WIB , Hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi sebanyak 632 aktivitas gempa susulan (aftershock) pasca gempa M7,4 di Laut Flores,”

Diterbitkan

on

Update Gempa M 7.4 NTT, 4.838 Warga Selayar Sulsel Mengungsi (suara pakar)
Warga Kabupaten Selayar, Sulsel, mengungsi akibat terdampak gempa magnitudo 7.4 NTT. (Sumber: BNPB)

Suarapakar.com – Sebanyak 4.838 warga Kabupaten Selayar, SUlawesi Selatan (Sulsel) mengungsi akibat terdampak gempa bumi magnitudo 7.4 di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

BPBD setempat mencatat pengungsian yang tersebar tersebar di 34 titik dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pasimarannu dan Pasilambena. Pada Kecamatan Pasilambena, BPBD mengidentifikasi di Desa Lembangmatene 1 titik 200 jiwa, Latokdo Timjur 1 titik 192 jiwa, Kalaotoa 8 titik 300 jiwa, Barumbung 1 titik 46 jiwa.

Sebaran titik pengungsian di Kecamatan Pasimarannu berada di Mintu’u 6 titik dengan jumlah penyintas terbanyak, yaitu 2.200 jiwa. Sedangkan di Lambego 6 titik dengan 900 jiwa, Lakawu 3 titik 500 jiwa, Puncak Majapahit 1 titik 250 jiwa, Lamantu 6 titik 200 jiwa dan Langundi 1 titik 50 jiwa.

“BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa akibat gempa yang terjadi pada pukul 10.20 WIB itu. Namun, tercatat 1 warga luka berat dan 96 lainnya luka ringan,” jelas Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D, dalam keteranagn tertulisnya.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Selain pengungsian, gempa juga berdampak pada sejumlah kerusakan bangunan, antara lain rumah rusak berat 825 unit dan rusak ringan 502 unit. Sedangkan pada fasilitas umum, BPBD menyebutkan masjid rusak berat 3 unit, Pelabuhan rakyat rusak berat 1, rumah jabatan kades rusak berat 1, gudang rusak ringan 2. Di samping itu, sekolah 5 unit dan 1 balai pertemuan warga terdampak. Petugas pendataan masih mendata tingkat kerusakan keenam bangunan tersebut.

Baca juga: Dampak Gempa M 7.4 NTT, 3.900 Warga Kepulauan Selayar Sulsel Mengungsi

Pasca Gempa 7.4 NTT, Terjadi 632 Gempa Susulan

Sementara itu, Koordinator Mitigasi Gempa dan Tsunami di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Daryono menyebutkan, terjadi lebih dari 500 kali gempa susulan pasca gempa magnuitudo 7.4 Flores Timur, NTT.

“Hingga hari Jumat, 17 Desember 2021 pukul 05.00 WIB , Hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi sebanyak 632 aktivitas gempa susulan (aftershock) pasca gempa M7,4 di Laut Flores,” jelasnya.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi BNPB juga memantau adanya pengungsian di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tercatat sebanyak 226 jiwa masih mengungsi di aula rumah jabatan Bupati Sikka. Sedangkan di wilayah Kabupaten Manggarai, NTT, 1 warga mengalami luka ringan.

Paska gempa Selasa kemarin, BPBD yang wilayah merasakan guncangan kuat bersiaga untuk mengantisipasi dampak gempa susulan. BPBD telah mengimbau warga yang kembali ke rumah untuk melakukan pengecekan kondisi bangunan untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk.

Sedangkan hingga Kamis (16/12), pukul 17.00 WIB, BMKG mencatat terjadi sebanyak 547 gempa susulan dengan skala di atas magnitudo 5,0. BNPB mengimbau warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan paska gempa M7.4 bisa kembali ke rumah masing-masing dan beraktifitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan informasi dari BMKG.

Berita Populer