Connect with us

Peristiwa

Tolak PPKM Darurat, Demo Puluhan Pedagang Kopi Kota Medan Dibubarkan

“Yang pastinya aksi ini ingin menyampaikan bahwa pemerintah berilah solusi. Jangan hanya mengeluarkan peraturan yang harus masyarakat taati seperti PPKM Darurat,”

Diterbitkan

on

Pedagang Kopi Kota Medan Gelar Aksi Long March
Sejumlah massa tak terima diusir paksa oleh petugas, karena dianggap melakukan unjuk rasa tanpa menjaga jarak. (Foto: Vicky Siregar/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Aksi demo puluhan pedagang kopi di Kota Medan yang menolak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang dibubarkan petugas, Senin (19/7/2021).

Pantauan tim Suara Pakar, puluhan aksi massa awalnya berkumpul di Lapangan Merdeka sekitar pukul 13.00 WIB. Para pedagang kopi itu melakukan aksi long march mulai dari Lapangan Merdeka, lalu ke Lapangan Benteng, hingga ke Kantor Wali Kota Medan. Setelah itu, mereka kembali lagi ke Lapangan Merdeka.

Kordinator Aksi, Rasyid menjelaskan bahwa aksi ini merupakan sebuah bentuk kekesalan mereka kepada kebijakan PPKM Darurat. Menurut mereka, kebijakan Pemerintah Kota Medan itu tidak pro terhadap rakyat kecil.

“Yang pastinya aksi ini ingin menyampaikan bahwa pemerintah berilah solusi. Jangan hanya mengeluarkan peraturan yang harus masyarakat taati seperti PPKM Darurat,” kata Rasyid.

Sampai saat ini, diakuinya, belum ada bantuan yang didapat oleh para pedagang, khususnya pedagang kopi selama penerapan PPKM Darurat. Padahal, karena kebijakan ini, mereka dipaksa untuk menutup usaha mereka karena takut menjadi klaster penyebaran Covid-19 oleh pemerintah.

“Pedagang kopi hancur omsetnya. Ini kita kan pikirkan keluarga kita juga, karyawan dan lainnya,” katanya.

Kordinator Aksi, Rasyid menyebutkan, aksi itu mereka meminta solusi dari pemerintah atas kebijakan PPKM Darurat tersebut.

Baca juga: Mal Tutup Imbas PPKM, Tukang Servis HP Tawarkan Jasa di Jalanan

Massa Berharap Pemerintah Berikan Solusi

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan bahwa mereka akan terus menggencarkan aksi ini untuk bisa bertahan hidup. Selain itu, agar pemerintah juga bisa mendengar aspirasi mereka.

“Tunjukkan ke Wali Kota Medan kalau memang anda inginkan Medan sebagai ‘Kota Kopi’. Ini masyarakatmu, mohon dengarkanlah kami,” ungkapnya.

Pantauan tim Suara Pakar di lapangan, terlihat para pedagang kopi yang melakukan aksi berbaris dengan menjaga jarak. Selain itu, massa aksi juga menenteng sebotol kopi yang diajukan ke masyarakat sembari menyerukan, ‘Tolong Beli Kopi Kami’.

Selain itu, para pedagang kopi itu juga menenteng spanduk yang berisikan keluhan-keluhan massa aksi. Misalnya, ‘Bosan Take Away, Pinginnya Take Me Home I’M Falling’.

Video Aksi Demo Para Barista Menolak PPKM Darurat Kota Medan Diperpanjang

Reporter: M Ilham Pradilla

GRANPRIZE

Berita Populer