Connect with us

Kriminal

Terdakwa Pelecehan Istri Awak KRI Nanggala-402 Dituntut 1 Tahun Penjara

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dipotong dengan masa penahanan yang dijalani oleh terdakwa,”

Diterbitkan

on

Terdakwa Pelecehan Istri Awak KRI Nanggala-402 Dituntut 1 Tahun Penjara (suara pakar)
Terdakwa pelecehan istri awak KRI Nanggala-402, Imam Kurniawan secara teleconfrence, Jumat (20/8/2021). (Foto: Ilham/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Terdakwa pelecehan istri awak KRI Nanggala-402 di sosial media Facebook, Imam Kurniawan dituntut hukuman dengan kurungan 1 tahun penjara dalam sidang di ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan secara teleconfrence, Jumat (20/8/2021).

Ketua JPU Endang Pakpahan yang membacakan nota tuntutan menyatakan terdakwa melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) Undang Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dipotong dengan masa penahanan yang dijalani oleh terdakwa,” ucap Endang di persidangan kepada majelis hakim yang dipimpin hakim Dominggus Silaban.

Selain tuntutan 1 tahun kurungan penjara, Endang juga menuntut terdakwa Imam membayar denda sebesar Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara.

Atas tuntutan ini, majelis hakim memberikan waktu sepekan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya untuk mengajukan pembelaan.

 

Hakim Dominggus Silaban memimpin sidang pelecehan istri awak KRI Nanggala-402 di ruang Cakra VIII PN Medan secara teleconfrence, Jumat (20/8/2021). (Foto: Ilham/Suara Pakar)

Baca juga: Diduga Korupsi, Mantan Kasubag Kas PD Pasar Medan Ditahan di Rutan Labuhan Deli

Terdakwa Komen Dengan Nada Pelecehan di Grup Facebook

Sebelumnya, dalam sidang agenda dakwaan, terdakwa Imam yang merupakan warga Jalan Marelan IX Pasar I Rel, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan itu mengomentari postingan yang diunggah Grup Facebook Aliansi Kuli Seluruh Indonesia (AKSI).

Seperti dituliskan “Untuk kawan-kawan kuli semua. Sejenak mati kita do’akan para pahlawan yang gugur dalam tugasnya menjaga kedaulatan laut kita. Untuk crew KRI NANGGALA “Fair wind and following Seas, KRI Nanggala. Commence the Eternal Patrol”.

JPU Endang menyebutkan bahwa terdakwa menuliskan komentar ‘Disaat kapal selam mu tenggelam disitu istrimu ku ewe’.

“Yang kalau diartikan disaat KRI Nanggala 402 tenggelam, pada saat itulah istri anggota TNI AL (awak KRI Nanggala 402 yang telah gugur) diperkosa oleh terdakwa,” jelas JPU.

Reporter: Ilham

KELASTRADING

Berita Populer