Connect with us

Kriminal

Terbukti Cabuli Istri Tahanan, Bripka RHL Direkomendasikan Dipecat

“Hasil sidang yang bersangkutan (Bripka RHL) direkomendasikan PTDH,”

Diterbitkan

on

Oknum Polisi Polsek Kutalimbaru Cabuli Istri Tahanan Ditahan dan Terancam Dipecat (suara pakar)
Oknum polisi personel Polsek Kutalimbaru Bripka RHL (depan) saat jalani sidang kode etik terkait kasus dugaan pencabulan dan pemerasan istri tahanan. (Sumber: Istimewa)

Suarapakar.com – Oknum polisi personel Polsek Kutalimbaru Bripka RHL direkomendasikan di pecat dengan tidak hormat (PDTH), atas kasus pencabulan terhadap istri tersangka, MU (19).

Rekomendasi PDTH Bripka RHL itu hasil putusan sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) yang digelar Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut.

“Iya, hasil sidang yang bersangkutan (Bripka RHL) direkomendasikan PTDH,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (24/11/2021).

Hadi mengatakan Bripka RHL juga diberikan kesempatan untuk mengajukan banding selama 14 hari kedepan.

“Kita berikan waktu untuk mengajukan banding,” terangnya.

Suarapakar - Kelas trading 1 bulan Fakar Suhartami Pratama

Baca juga: Terancam Dipecat, Oknum Polisi Cabuli Istri Tahanan Sidang Kode Etik

Kapolsek,  Kanit Reskrim dan 6 Personel Polsek Kutalimbaru Disidang

Buntut tindakan oknum Bripka RHL dalam dugaan pemerasan dan pencabulan itu sejumlah anggota Polsek Kutalimbaru diperiksa dan menjalani sidang kode etik di Propam Polda Sumatera Utara.

Kasus dugaan pencabulan dan pemerasan ini juga menjerat 8 personel Polsek Kutalimbaru. Enam diantaranya personel Opsnal Unit Reskrim Polres Polsek Kutalimbaru. Selain Bripka RHL, personel Polsek Kutalimbaru lainnya juga jalani sidang disiplin. Yakni, Aiptu DR, Aipda SDB, Aipda HKR, Aiptu HG, dan Aipda SP.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Henry Surbakti dikenakan sanksi mutasi demosi dan penundaan pendidikan atau sekolah selama 1 tahun akibat lalai dalam mengawasi anggotanya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, Ipda Syafrizal juga ikut menjalani sidang kode etik. Syafrizal juga diberikan sanksi mutasi bersifat demosi, penundaan pendidikan selama 1 tahun dan penundaan gaji. Kemudian 6 orang personel opsnal diberi hukuman yang sama.

Reporter: Ilham

KELASTRADING

Berita Populer