Connect with us

Kriminal

Terbukti Bunuh 2 Wanita Muda, Aipda Roni Syahputra Divonis Mati

Terdakwa membawa kedua wanita itu ke rumahnya di kawasan Jalan Marelan, kemudian mengikat kedua tangan dan kaki serta membekap mulut kedua korban.

Diterbitkan

on

Vonis sidang oknum polisi Aipda Roni Syahputra pembunuh 2 wanita muda yang berlangsung secara virtual di Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/10/2021). (Foto: Jafar Wijaya/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Oknum polisi Aipda Roni Syahputra divonis hukuman mati karena terbukti membunuh dua wanita muda, Riska Pitria dan Aprila Cinta. Setelah membunuh, Roni membuang jasad keduanya pada tempat terpisah.

Majelis hakim yang diketuai Hendra Sutardodo menyatakan perbuatan oknum Bintara Samapta Polres Pelabuhan Belawan melakukan pembunuhan tersebut dilakukan secara berencana sebagaimana Pasal 340 KUHP.

“Menghukum terdakwa dengan pidana mati,” kata Hendra Sutardodo dalam persidangan yang berlangsung secara virtual di Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/10/2021).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa menimbulkan penderitaan yang berkepanjangan bagi keluarga korban. Perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat serta salah seorang korban masih berusia di bawah umur.

“Hal yang meringankan tidak ada,” ucap majelis hakim yang sependapat dengan jaksa penuntut umum.

Atas putusan ini terdakwa melalui kuasa hukumnya masih menyatakan pikir-pikir. Begitu pula jaksa penuntut umum.

Oknum polisi Aipda Roni Syahputra pembunuh 2 wanita muda divonis hukuman mati yang berlangsung secara virtual di Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/10/2021). (Foto: Jafar Wijaya/Suara Pakar)

Baca juga: Pesta Ganja di Kampus USU, 31 Orang Ditangkap BNN

Aipda Roni Syahputra Culik dan Perkosa Korban

Dalam dakwan sebelumnya, JPU Julita, memaparkan kasus pembunuhan ini bermula pada hari Sabtu tanggal 13 Februari 2021, kedua korban datang ke Polres Pelabuhan Belawan, untuk menanyakan perihal barang titipan korban kepada terdakwa yang saat itu tengah melaksanakan tugas piket jaga tahanan.

Sepekan kemudian, terdakwa membuat suatu cerita seolah-olah barang yang disebutkan oleh korban sudah ada pada terdakwa. Terdakwa pun menghubungi korban yang saat itu tengah bersama dengan korban Aprilia Cinta. Dengan segala bujuk rayu, kedua korban pun akhirnya bersedia diajak masuk terdakwa ke dalam mobilnya.

Didalam mobil, kedua korban mendapatkan pelecehan dan penganiayaan dari terdakwa. Selanjutnya terdakwa membawa kedua korban ke salah satu hotel di Jalan Jamin Ginting. Di sana terdakwa menyekap kedua wanita itu.

“Terdakwa awalnya hendak memperkosa korban Riska, namun karena korban tengah menstruasi, terdakwa melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban Cinta yang masih berusia 13 tahun,” beber JPU.

Terdakwa kemudian mengancam korban untuk tidak menceritakan kejadian ini. Selanjutnya terdakwa membawa kedua wanita itu ke rumahnya di kawasan Jalan Marelan. Terdakwa mengikat kedua tangan dan kaki serta membekap mulut kedua korban.

“Terdakwa juga mengancam istrinya dengan pisau saat hendak membawa kedua wanita yang dalam kondisi terikat itu masuk ke rumah. Dia mengatakan keduanya merupakan tangkapan narkoba,” terang JPU.

Hingga akhirnya, kedua korban tewas dan terdakwa membuang jasad kedua wanita itu. Jasad korban Riska Pitria dibuang di Jalan Pasiran Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai tepatnya di pinggir jalan umum disebuah pohon Mahoni. Sedangkan jasad Aprilia Cinta dibuang di Jalan Budi Kemasyarakatan Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat Kota Medan sekitar pukul 00.30 WIB Senin (21/2/2021).

KELASTRADING

Berita Populer