Connect with us

Peristiwa

Tanah Wakaf Digarap Orang, Puluhan Anak Panti Asuhan Minta Bantuan Presiden

“Kami cuma berharap kepada warga yang menempati lahan tersebut, agar kiranya membayar kembali sewa lahan yang mereka tempati ini, terkait pembicaraan soal tukar guling (mengganti lahan ditempat lain),”

Diterbitkan

on

Massa yang terdiri dari pengurus dan anak panti asuhan Yayasan Panti Asuhan Al-Jamiyatul Al-Washliyah Lubuk Pakam mengelar aksi damai. (Foto: Gunawan/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Pengurus dan puluhan anak yatim Yayasan Panti Asuhan Al-Jamiyatul Al-Washliyah Lubuk Pakam menggelar aksi damai dengan meminta perhatian Presiden RI Joko Widodo, atas tanah wakaf yang digarap orang lain.

Aksi massa tersebut berlangsung di lokasi tanah wakaf milik mereka yang terletak di Dusun IV Desa Kota Galuh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (13/07/2021). Aksi demo anak-anak yatim yang dipimpin Ketua Yayasan Hj Hulaimi Ilyas (71), membentangkan beberapa poster dan spanduk yang bertuliskan ‘Pak Presiden Jokowi , Tolong Bantu Kami Kekuasaan Mau Mengambil Hak Kami Anak Yatim’ dan ‘Negara Lindungi Kami’.

Aksi massa tersebut menuntut pihak yang selama ini menempati tanah wakaf milik mereka seluas 47 hektare dikuasai orang lain. Seharusnya, lahan tersebut dibayarkan, karena sudah 13 tahun atau sejak tahun 2008 yang lalu. Namun, seratusan orang yang mengelola dan menguasai lahan tersebut tidak pernah membayarkan sewa lagi kepada pihak Yayasan Panti Asuhan.

Dalam keteranganya Hj Hulaimi Ilyas mengatakan bahwa tanah seluas 47 Ha dikuasai oleh Yayasan Panti Asuhan Al-Jamiyatul Al-Washliyah Lubuk Pakam merupakan tanah yang diwakafkan oleh Almarhum Tengku Darwisyah pada tahun 1948 yang lalu. Dimana sejak diwakafkan, sudah ada puluhan Kepala Keluarga yang tinggal menetap dan membayar uang sewa kepada pihak yayasan panti asuhan.

“Untuk setiap rantenya, warga yang menetap di tanah wakaf ini membayar sewa sebesar 2 kaleng padi untuk setiap musim panen, yang mana hasil sewa ini digunakan dan dibagikan masing-masing 20 persen untuk masjid, madrasah, operasional kenaziran, serta 40 persen biaya sehari-hari anak yatim di panti asuhan tapi sudah 13 tahun terakhir tak dibayar oleh mereka yang mengelola lahan yayasan kami. Apa lagi saat inikan masa pandemi, yayasan butuh biaya menghidupi anak-anak yatim ini,” ujar Hj Hulaimi Ilyas.

Adapun permasalah berhentinya pembayaran sewa tanah warga kepada pemilik tanah wakaf yayasan Panti Asuhan Al-Jamiyatul Al-Washliyah Lubuk Pakam ini muncul saat adanya pihak lain yang mengaku-mengaku tanah wakaf ini merupakan tanah warisan dari almarhum Tengku Darwisyah.

Baca juga: Remaja Temukan Mortir Aktif Peninggalan Zaman Perang di Sungai Deli

Pengurus Panti Asuhan Berharap Pengarap Penuhi Janji

Namun pihak yayasan panti asuhan telah mengambil sejumlah langkah untuk mempertahankan tanah wakaf milik mereka ini, dengan melaporkan permasalahan ini kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Selanjutnya, secara hukum pada tahun 2018 yang lalu di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam pihak yayasan juga telah dinyatakan sebagai pemilik yang sah atas lahan seluas 47 ha tersebut.

“Kami cuma berharap kepada warga yang menempati lahan tersebut, agar kiranya membayar kembali sewa lahan yang mereka tempati ini, terkait pembicaraan soal tukar guling (mengganti lahan ditempat lain). Pihak yayasan juga tidak mempermasalahkan, asal luas lahan yang di ganti rugi luasnya sama dengan lahan yang diwakafkan tersebut,” tambah Hulaimi.

Sementara itu, Polsek Perbaungan yang mengawal aksi ini selanjutnya meminta kepada pihak yayasan panti asuhan untuk berdiskusi dan menyampaikan permasalahan yang tuntut untuk dibicarakan bersama Pemerintahan Desa Kota Galuh.

Kepala Desa Kota Galuh, Bim Surya Jaya menyayangkan aksi yang melibatkan anak-anak panti asuhan di tengah pandemi covid-19 ini. Ia berjanji, permasalahan ini akan di komunikasikan dengan seluruh pihak-pihak yang terkait dengan lahan atau tanah wakaf yang dimaksud.

Kontributor: Gunawan

GRANPRIZE

Berita Populer