Connect with us

Peristiwa

Tanah Longsor di Kabupaten Gianyar Bali: 2 Meninggal, 1 Hilang

Wilayah kecamatan tersebut masih menunjukkan potensi hujan ringan hingga hujan petir.

Diterbitkan

on

Suara Pakar - Tanah Longsor di Kabupaten Gianyar Bali
Dua warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang dalam peristiwa tanah longsor terjadi di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Kamis (25/11/2021). (Sumber: BNPB)

Suarapakar.com – Tanah longsor terjadi di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, pada Kamis (25/11/2021), pukul 14.00 WIB. Kejadian ini mengakibatkan dua warga meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian.

“Tim gabungan masih melakukan operasi pencarian di lokasi terjadinya longsoran,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/11/2021).

Selain operasi pencarian, kata Muhari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar juga menginformasikan satu warga luka berat dan dua warga selamat dari peristiwa ini.

“Dua orang warga tersebut mendapatkan perawatan sementara di ambulans yang dioperasikan oleh Palang Merah Indonesai (PMI). Sedangkan warga luka berat telah dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Tanah longsor tersebut, imbuh Muhari, terjadi setelah hujan lebat menguyur wilayah terdampak yang berada di tebing sekitar tepian sungai. Laporan BPBD menyebutkan korban merupakan rombongan yang berencana melakukan aktivitas rafting di Sungai Ayung Payangan.

“Kaji cepat lapangan menyebutkan tinggi tebing yang mengalami longsor sekitar 100 meter. Kejadian ini berlangsung di wilayah Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar,” ucapnya.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Baca juga: Longsor di Gayo Lues Aceh: 1 Warga Meninggal Dunia, 1 Hilang

BNPB Imbau Warga Kabupaten Gianyar Tetap Waspada

Upaya penyelamatan dan pertolongan, melibatkan tim gabungan berasal dari personel BPBD, Basarnas, TNI, Polri serta warga setempat. Saat melakukan proses pencarian, tim gabungan melakukan dengan hati-hati mengingat cuaca mendung di sekitar lokasi.

Melihat kondisi cuaca dalam dua hari ke depan, Muhari mengimbau para personel tim gabungan untuk tetap berhati-hati dalam melakukan pencarian korban. Pantauan di wilayah kecamatan tersebut masih menunjukkan potensi hujan ringan hingga hujan petir.

“Selain itu, BNPB mengimbau warga untuk hati-hati apabila melakukan aktivitas di sungai, seperti rafting atau susur sungai. Perhatikan kawasan hulu sungai apabila terjadi hujan, maka hindari aktivitas di bagian hilir sungai,” pungkasnya.

KELASTRADING

Berita Populer