Connect with us

Peristiwa

Tak Percaya Covid-19, Kades di Sragen Pasang Baliho Makian ke Pemerintah

“Mang copot mangke kula pasang kaleh warga kulah maleh (silakan dicopot nanti saya pasang bersama warga saya lagi),”

Diterbitkan

on

Tak Percaya Covid-19, Kades di Sragen Pasang Baliho Makian ke Pemerintah (suara pakar)
Baliho makian yang dibuat Kades Jenar, Samto. (Sumber: istimewa)

Suarapakar.com – Viral baliho berisi makian kepada pejabat terpampang di tepi jalan Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, Jawa Tengah, sejak Rabu (14/7/2021).

Pada baliho berukuran 3×4 meter itu, tertera foto Kepala Desa Jenar (Kades) Samto dengan pakaian dinasnya. Baliho itu berisi sejumlah kalimat yang disusun dengan huruf kapital berisi makian kepada kalangan pejabat.

“IKI JAMAN REVORMASI. ISIH KEPENAK JAMAN PKI. AYO PEJABAT MIKIR NASIBE RAKYAT. PEJABAT SING SENENG NGUBER-NGUBER RAKYAT KUI BANGS*T. PEJABAT SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE IKU KERE. PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI KUI B*JINGAN,”

Demikian bunyi spanduk yang bikin geger publik Sragen itu. Mendapat laporan itu, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspimcam) Jenar menerjunkan tim ke lokasi.

Tim tersebut terdiri dari 3 aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Jenar, 5 anggota Polsek Jenar dan tiga anggota Koramil Jenar. Saat mereka datang untuk membongkar baliho, Kades Jenar, Samto, juga terlihat datang ke lokasi.

Samto di sana berusaha menghalang-halangi petugas yang akan membongkar baliho miliknya. Bahkan, kepala desa itu mengancam akan memasang baliho yang lebih banyak jika baliho miliknya itu dibongkar.

“Dia bilang, mang copot mangke kula pasang kaleh warga kulah maleh (silakan dicopot nanti saya pasang bersama warga saya lagi),” sebut Kasi Trantib Kecamatan Jenar, Kardiyono, menirukan perkataaan Kades Jenar, melansir Solopos.com, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Tolak Ditutup, Pemilik Warung Siram Petugas dengan Air Panas

Kades Sragen Tidak Percaya Covid-19

Camat Jenar, Edi Widodo mengatakan, Samto sendiri memang mengakui telah memasang baliho itu. Samto memasang baliho berisi makian itu ditujukan kepada pemerintah karena tidak percaya akan kehadiran Covid-19.

Santo menyebutkan, bahwa peraturan yang dibuat pemerintah selama ini menyengsarakan warga karena banyak warga yang dilarang. Dari informasi juga diketahui, bahwa Kades Jenar ini sering kali melontarkan kepercayaan tidak akan percaya dengan Covid-19.

Oleh sebab itu, Samto enggan memakai masker sampai sekarang. Saat warga desa lain dilarang mengadakan hajatan demi mencegah penulara virus Corona. Samto malah justru menjamin dan memperbolehkan warganya mengadakan hajatan tanpa akan ada gangguan.

GRANPRIZE

Berita Populer