Connect with us

Nasional

Survei: Tingkat Kepercayaan Publik ke KPK Anjlok, Polri Posisi Tiga

“KPK biasanya nomor dua atau tiga, sekarang terpelanting ke nomor bawah. Jadi yang nomor tiga adalah polisi,”

Diterbitkan

on

Suara Pakar - Kepercayaan Publik ke KPK Anjlok
Gedung KPK. (Sumber: Istimewa)

Suarapakar.com – Salah satu lembaga survei Indonesia menyatakan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) anjlok. Lembaga yang dipimpin Firli Bahuri Cs sejak 2019 itu kini berada di urutan delapan.

Berbeda dengan KPK, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa tingkat kepercayaan publik ke Polri justru naik. Dalam survei terbaru pihaknya, Korps Bhayangkara kini menempati posisi tiga.

“KPK biasanya nomor dua atau tiga, sekarang terpelanting ke nomor bawah. Jadi yang nomor tiga adalah polisi,” kata Burhan saat diskusi secara daring sebagaimana dikutip dari cnnindonesia, Senin (6/12/2021).

Burhan menyatakan, sebanyak 64 persen responden cukup percaya dengan polisi. Sedangkan hanya 59 persen yang cukup percaya dengan KPK.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Menurut dia, polisi telah menjadi lembaga hukum yang dipercaya publik ketimbang KPK.

“Polisi sekarang sudah menjadi lembaga hukum paling dipercaya publik. Bukan lagi KPK. KPK cuma 59 persen,” ujar Burhan.

Baca juga: Jokowi Kritik Kapolda-Kapolres Sowan ke Ormas yang Kerap Buat Keributan

Raih Posisi Pertama, TNI Lembaga yang Paling Dipercaya Publik

Dalam survei ini, lembaga yang paling dipercaya publik antara lain TNI sebesar 95 persen. Lalu presiden 86 persen dan kepolisian 80 persen.

Kemudian Mahkamah Agung 79 persen, Mahkamah Konstitusi 79 persen, pengadilan 77 persen, serta kejaksaan 76 persen.

“Ada tren peningkatan ketidakpercayaan terhadap KPK,” kata Burhan lagi.

Indikator Politik Indonesia menggelar survei pada 2-6 November 2021 dengan metode wawancara tatap muka. Jumlah sampel sebanyak 2.020 responden.

Adapun Margin of error, kurang lebih 2,9 persen. Dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Berita Populer