Connect with us

Al Islam

Sudah Sirene Imsak Masih Makan Minum, Ini Penjelasannya!

Sudah menjadi kebiasaan kebanyakan kita di Indonesia bahwa untuk menandai berhentinya aktifitas makan sahur dengan mendengarkan sirene imsak dari radio (RRI). Dan untuk buka puasanya menunggu adzan dari TVRI. Pertanyaannya, apakah masih bisa makan dan minum setelah terdengar sirene imsak?

Diterbitkan

on

Sudah Sirene Imsak (suara pakar)
Walaupun sudah sirene imsak masih tetap makan dan minum, ini penjelasannya berdasarkan Al Quran dan Hadits. (Foto: Suara Pakar).

Suarapakar.com – Apakah masih boleh makan dan minum ketika sudah sirene imsak? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengetahui dahulu apa itu Imsak.

Imsak atau Imsakiyah berasal dari bahasa Arab yang berarti menahan. Sedangkan istilah imsak secara umum pada bulan Ramadhan bermakna berhenti dari aktifitas makan sahur untuk menunggu waktu sholat subuh tiba. Lebih kurang 10 menit sebelum waktu subuh.

Berdasarkan keterangan sebuah hadits,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ – رضى الله عنه – أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ – رضى الله عنه – تَسَحَّرَا ، فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِهِمَا قَامَ نَبِىُّ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى الصَّلاَةِ فَصَلَّى . قُلْنَا لأَنَسٍ كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِى الصَّلاَةِ قَالَ كَقَدْرِ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu pernah makan sahur.

Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk sholat, lalu beliau mengerjakan sholat.

Kami bertanya kepada Anas tentang berapa lama antara selesainya makan sahur mereka berdua dan waktu melaksanakan sholat Shubuh. Anas menjawab, “Yaitu berkisar seseorang membaca 50 ayat (Al Quran).” (Hadits Riwayat Bukhari No. 1134, dan Muslim No. 1097).

Berdasarkan hadits ini lah kemudian muncul istilah imsak. Istilah imsak itu sendiri diduga berasal dari Surat ke-2 Al Baqarah ayat 229 ( فَإِمْسَاكٌ ), yang maknanya ‘menahan’. Meskipun maksud dalam ayat tersebut adalah ‘menahan’ atas kesendirian karena telah melakukan thalak (kata bercerai) kepada istri.

Baca juga: Cara Sholat Tarawih Sendirian, Bisa Anda Lakukan di Rumah

Penggunaan Sirene pada Waktu Imsak

Tidak terdapat keterangan baik dalam Al Quran maupun Hadits mengenai penggunaan sirene untuk menunjukkan waktu imsak.

Penggunaan sirene ini hanya terdapat di Indonesia saja. Dan belum jelas dari mana sumber sejarahnya. Namun yang pasti merupakan bagian dari kebiasaan saja dalam peradaban Islam di Indonesia.

Pada zaman Rasulullah yang ada adalah berkumandangnya adzan sebanyak dua kali. Yaitu ketika sebelum masuk waktu shubuh dan saat masuknya waktu shubuh.

Sebagaimana yang terdapat dalam keterangan haditsnya sebagai berikut,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَ: كَانَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤَذِّنَانِ بِلالٌ وَابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ الأَعْمَى، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ بِلالاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, “Dahulu Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam memiliki dua muadzin, Bilal dan Ibnu Ummi Maktum yang buta.

Beliau bersabda, “Sesungguhnya Bilal akan mengumandangkan adzan pada waktu malam, maka makan dan minunlah kalian sampai Ibnu Ummi maktum mengumandangkan adzan.” (Hadits Riwayat Muslim No. 1092).

Melansir dari almanhaj.or.id, berjudul: Adzan Subuh, Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan,

“Hadits ini menjelaskan sunnahnya melakukan dua adzan untuk shalat Subuh; satu sebelum terbit fajar, dan satu lagi pada awal terbitnya fajar.” (Kitab Syarah Shahih Muslim, 7/202).

Boleh Makan dan Minum Setelah Imsak

Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa waktu imsak itu hanya untuk menjaga agar tidak makan sahur hingga lewat waktu subuh. Kemudian untuk tujuan persiapan pelaksanaan sholat shubuh.

Jadi, jika ada umat Islam yang telat bangun sahur saat tiba waktu imsak, silahkan saja makan dan minum hingga waktu shubuh tiba. Hal itu tidak membatalkan puasa.

Berdasarkan Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“ … Makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu terbit fajar (waktu shubuh), …” (Surat ke-2 Al Baqarah, ayat 187).

Wallahu a’lam,

Berita Populer