Connect with us

Nasional

Sudah Dapat Izin, Pemprov Sumut Akan Vaksinasi Anak Usia 12 Tahun Keatas

“Kita usulkan ke Kementrian Kesehatan Pusat, karena kita memang dikasih kuota sampai saat ini lebih kurang 2.500 juta jumlah vaksin dengan jumlah penduduk kita lebih kurang 15 juta,”

Diterbitkan

on

Pemprov Sumut Akan Vaksinasi Anak
Anggota Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut, Dr Inke. (Foto: Alfiansyah/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Akibat banyaknya angka anak-anak yang terpapar Covid-19, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprovsu) berencana akan melaksanakan vaksinasi terhadap anak-anak.

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menjelaskan rencana vaksinasi terhadap anak berusia 12-17 tahun karena sudah diperbolehkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Jadi sejalan dengan itu, supaya bisa juga vaksinasi ini secara massal didapat oleh masyarakat kita. Apa lagi kemarin Pak Presiden sudah menyampaikan sudah dibolehkan untuk anak remaja usia 12-17 tahun mendapatkan vaksin,” ungkap Musa, Rabu (30/6/2021).

Ia mengatakan, proses rencana vaksinasi terhadap anak ini masih akan dibahas untuk waktu dan prosedurnya.

“Jadi biar sejalan bagi orang-orang tua nantinya, bagi anak-anak yang mendapatkan vaksin bisa dilaksanakan bersama, tinggal nanti bagaimana cara prosedur dan tempatnya nanti akan disusun kembali,” katanya.

Ijeck menyebutkan, saat ini Sumut mendapatkan kuota sekitar 2.500 juta vaksinasi. Sementara, penduduk Sumut sekitar 15 juta jiwa. Oleh karena itu, pihaknya akan mengajukan penambahan vaksin tersebut kepada Kementerian Kesehatan Pusat.

“Ini yang mau kita usulkan ke Kementrian Kesehatan Pusat, karena kita memang dikasih kuota sampai saat ini lebih kurang 2.500 juta jumlah vaksin dengan jumlah penduduk kita lebih kurang 15 juta. Apalagi anak-anak dibolehkan kita mau minta tambah kouta vaksi ini,” tuturnya.

Baca juga: Pemerintah Segera Mulai Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 12-17 Tahun

Kasus Covid-19 Terhadap Anak Paling Banyak di Kota Medan

Sementara itu, Anggota Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut, Dr inke mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 terhadap anak paling banyak di Kota Medan.

“Saat ini paling banyak di Kota Medan, jadi memang sebetulnya sesuai dengan peningkatan atau jumlah kasus dimasing-masing kabupaten dan kota,” ujarnya.

Ia mengatakan, selain di Kota Medan kasus terpaparnya covid-19 terhadap anak juga paling banyak di kawasan Deli Serdang dan kabupaten Simalungun serta Tebingtinggi.

“Tetapi memang dari awal pandemi 3 Kabupaten Kota itu yang paling banyak. Kota Medan dan Deli Serdang, tapi Kota Medan itu sampai 72 persen lalu yang ketiga itu iyalah Simalungun, Siantar dan Tebingtinggi, itu digabung ketiganya sisanya itu dibawah satu persen,” katanya.

Inke menuturkan, dalam waktu enam bulan terakhir kasus covid terhadap anak meningkatkan menjadi dua ribu orang anak.

“Sampai hari ini sejak pandemi, sudah ada 3861 kasus dalam enam bulan terakhir dua ribu kasus, tapi peningkatan signifikan itu dari bulan April itu tinggi sekali tiga kali lipat dari data yang dilaporkan setiap minggunya sejak pandemi,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, cara mengatasi penularan virus covid-19 tersebut adalah dengan memberikan vaksin terhadap anak-anak. Menurutnya, vaksinasi terhadap anak sangatlah penting, bukan hanya untuk virus Covid-19 tetapi penyakit lainnya.

“Vaksinasi untuk anak ini kan penting bukan hanya untuk covid-19, tetapi juga untuk penyakit-penyakit lainnya. Jadi walaupun tidak ada covid, ini sudah terjadi penurunan imunisasi untuk penyakit lainnya,” tuturnya.

“Jadi walaupun tidak divaksin covid, nanti anak-anak bisa terkena penyakit menular lainnya makanya salah satu kontrol penyakit yang paling baik hingga saat ini iyalah dengan vaksinasi,” tambah Inke.

Reporter: Alfiansyah

GRANPRIZE

Berita Populer