Connect with us

Kriminal

Sudah Beristri 3, Ayah Perkosa Anak Tiri Hingga Melahirkan di Batubara

Korban yang merupakan anak dari istri kedua pelaku diasuh korban sejak berumur 8 tahun. Namun, aksi bejatnya itu dilakukan saat korban berusia 14 tahun.

Diterbitkan

on

Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan Lubis saat memaparkan kasus tersebut di Mapolres Batubara. (Sumber: Polres Batubara)

Suarapakar.com – Seorang ayah tiri di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara tega merudapaksa anaknya yang masih di bawah umur. Dari hasil perbuatan bejatnya, korban sampai melahirkan.

Pelaku berinisial STR (53), yang merupakan warga Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara. Bahkan pelaku sudah beristri tiga itu telah melakukannya perbuatan tersebut lebih kurang dua tahun terhadap anaknya yang berumur 16 tahun.

Dari informasi yang diperoleh bahwa korban yang merupakan anak dari istri kedua pelaku diasuh korban sejak berumur 8 tahun. Namun, aksi bejatnya itu dilakukan saat korban berusia 14 tahun.

Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan Lubis mengatakan bahwa kasus rudapaksa ini terungkap setelah ibu korban melaporkan kasus tersebut ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Batubara pada 26 Januari 2021 lalu.

“Dari laporan tersebut petugas Sat Reskrim Polres Batubara melakukan penyelidikan dan mencari tahu keberadaan pelaku yang kabarnya sejak dilaporkan tidak lagi berdomilisi di Sei Balai,” katanya, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Pelaku Pencurian Rumah Anggota Polisi di Medan Helvetia Ditembak

Pelaku Berhasil Ditangkap di Kampar Riau

Namun, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan dan hasilnya petugas mendapat informasi bahwa pelaku berada di Riau.

“Setelah petugas kesana (Riau), petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau,” ujar Ikhwan.

Tidak hanya pelaku, dalam penyelidikan itu, petugas juga mengamankan barang bukti seperti satu potong celana panjang legging, satu pakaian dalam warna biru dan satu potong celana dalam berwarna cokelat.

“Atas perbuatnya tersangka di jerat Pasal 81 ayat 1 dan 2 jo pasal 76D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun,” tegas Ikhwan.

Reporter : Jafar Wijaya

GRANPRIZE

Berita Populer