Connect with us

Ekonomi

Sri Mulyani Targetkan Penerimaan Pajak Rp139 Triliun Tahun Depan

“Kita berharap akan adanya untuk 2022 minimal Rp130 triliun tambahan pendapatan dan itu berarti menaikkan rasio pajak kita ke 9,22 persen dari PDB,”

Diterbitkan

on

Penerimaan Pajak Rp139 Triliun Tahun Depan (suara pakar)
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Sumber: Setkab RI)

Suarapakar.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan penerimaan pajak pemerintah pada tahun depan bakal mencapai Rp139,2 triliun.

Ia mengaku optimis bisa mencapai target lewat implementasi Undang-Undang (UU) tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Angka tersebut, kata Sri Mulyani, didapat dari asumsi pendapatan pajak bisa mencapai kisaran 9,22 persen dari PDB tahun depan, yaitu Rp1.510 triliun.

“Kita berharap akan adanya untuk 2022 minimal Rp130 triliun tambahan pendapatan dan itu berarti menaikkan rasio pajak kita ke 9,22 persen dari PDB,” katanya pada konferensi pers daring, Kamis (7/10/2021).

Sedangkan, bila tak ada UU HPP target rasio perpajakan RI tahun depan hanya sebesar 8,44 persen dari PDB. Optimis UU HPP ampun meningkatkan penerimaan negara dari sisi perpajakan, target pada 2025 kembali dinaikkan menjadi 10,12 persen dari PDB.

Baca juga: DPR Resmi Sepakati RUU HPP Jadi UU, Sembako-Sekolah Batal Kena Pajak

Potensi Penerimaan Tambahan Pajak Tahun 2022

Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menambahkan bahwa potensi penerimaan tambahan perpajakan RI disumbang dari tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari semula 10 persen menjadi 11 persen mulai 1 April 2022.

Kemudian, program pengampunan pajak jilid II yang mulai diterapkan pada Januari hingga Juni 2022. Juga, penambahan kelompok pajak penghasilan (PPh) Pribadi di atas Rp5 miliar sebesar 35 persen mulai tahun depan.

“Jadi memang kami melihat ada potensi peningkatan penerimaan perpajakan di 2022 hampir Rp140 triliun dan 2023 kenaikan bisa mencapai Rp150 triliun-Rp160 triliun,” pungkas Sri Mulyani.

KELASTRADING

Berita Populer