Connect with us

Ekonomi

Sri Mulyani Jelaskan Respons APBN dalam Mendukung PPKM Darurat

“Sehingga untuk BST ini total alokasinya adalah mencapai 18,04 triliun dari yang Januari-April plus dua bulan yang sekarang kita akan berikan,”

Diterbitkan

on

Respons APBN dalam Mendukung PPKM Darurat (suara pakar)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Sumber: Kemenkeu RI)

Suarapakar.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bagaimana kesiapan dan respons Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendukung pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali pada periode 3-20 Juli 2021.

Pertama, ungkap Sri Mulyani, pemerintah memperpanjang program Bantuan Sosial Tunai (BST) selama dua bulan untuk meringankan masyarakat yang terdampak pelaksanaan PPKM Darurat. BST selama ini telah diberikan untuk 9,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan anggaran Rp11,94 triliun.

Adapun angka penyalurannya sebesar Rp300 ribu per kelompok penerima untuk setiap bulan, selama periode Januari-April. Lalu, untuk perpanjangan dua bulan akan dibayarkan di Juli, dengan targetnya 10 juta KPM di 34 provinsi.

“Perpanjangan BST dua bulan ini akan membutuhkan anggaran Rp6,1 triliun, catatannya tentu kita akan menggunakan data kelompok penerima dari penyaluran bulan Januari-April yang lalu,” ujar Sri Mulyani.

“Sehingga untuk BST ini total alokasinya adalah mencapai 18,04 triliun dari yang Januari-April plus dua bulan yang sekarang kita akan berikan,” kata Sri Mulyani lagi.

Sementara itu, ditambahkan Sri Mulyani, untuk stimulus program ketenagalistrikan, yaitu untuk masyarakat yang pelanggan 450 VA dan 900 VA, pada awal APBN hanya ditujukan untuk kuartal I saja dengan diskon yang sama tahun 2020. Pelanggan 450 VA diberikan diskon 100 persen sedangkan pelanggan 950 VA diberikan diskon 50 persen.

Kemudian, program ini diperpanjang hingga kuartal II dengan diskon 50 persen untuk 450 VA dan untuk 900 VA 25 persen. Sekarang, untuk mendukung PPKM Darurat, program ini akan diperpanjang lagi, yakni diskon 50 persen untuk 450 VA dan 900 VA dengan 25 persen sampai dengan kuartal III.

“Jadi durasinya diperpanjang 3 bulan sampai dengan September untuk 32,6 juta pelanggan 450 VA dan 900 VA,” imbuh Sri

“Jadi, untuk total diskon listrik membantu masyarakat terutama kelompok menengah bawah ini adalah sebesar 7,58 triliun,” lanjutnya.

Baca juga: Dukung PPKM Darurat, Pemerintah Putuskan Perpanjang Diskon Tarif Listrik

Bantuan Abonemen Listrik Bagi Industri

Selain itu, dikatakan Sri Mulyani, pemerintah juga akan memberikan bantuan rekening minimum dan biaya beban atau abonemen listrik terutama bagi pelanggan bisnis, industri, dan sosial. Dengan sasaran 1,14 juta pelanggan, yang juga diperpanjang hingga bulan September.

Dalam hal ini diskonnya diturunkan dari tadinya 100 persen ditanggung pemerintah sekarang 50 persen ditanggung oleh pemerintah.

“Untuk perpanjangan ini maka akan dibutuhkan tambahan Rp420 miliar yang untuk semester I kita sudah meng-cover Rp1,27 triliun,” tutur Menkeu.

“Sekarang untuk perpanjangan hingga kuartal III total anggaran bantuan adalah sebesar Rp1,69 triliun,” tutupnya.

GRANPRIZE

Berita Populer