Connect with us

Peristiwa

Sopir Angkot yang Ditabrak Kereta Api di Medan Positif Narkoba

“Iya benar. Yang bersangkutan positif menggunakan narkoba. Jenisnya methampethamin atau sabu-sabu,”

Diterbitkan

on

Suarapakar.com - Sopir Angkot Maut Terobos Palang Kereta Api Ditetapkan Tersangka (suara pakar)
Sopir angkot naas yang ditabrak kereta api di Jalan Sekip, Harto Manalu dinyatakan positif narkoba usai menjalani tes urine (Foto: Suarapakar)

Suarapakar.com – Sopir angkot KPUM 123 yang ditabrak Kereta Api Sri Lelawangsa di perlintasan KA Jalan Sekip, Kota Medan dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi. Menurutnya, sopir angkot yang diketahui bernama Harto Manalu telah menjalani serangkaian tes narkoba, termasuk pemeriksaan urine.

“Iya benar. Yang bersangkutan positif menggunakan narkoba. Jenisnya methampethamin atau sabu-sabu,” ujar Kombes Pol Hadi mengutip iNews, Senin (6/12/2021).

https://bit.ly/kodesuarapakar

Hadi menambahkan jika sopir angkot yang merupakan warga Jalan Batang Kuis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang tersebut masih ditahan di Mapolres Medan untuk menjalani pemeriksaan.

“Saat ini sopir angkot itu sudag ditahan di Mapolrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Jika terbukti bersalah bisa dikenakan tindak pidana,” terang Kombes Pol Hadi lagi.

Karena peristiwa nahas itu, empat korban tewas dua diantaranya adalah ibu dan anak. Sementara itu, 4 lain nya mengalami luka berat dan menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Royal Prima.

Baca juga: Sopir Angkot Maut Terobos Palang Kereta Api Ditetapkan Tersangka

Identitas Korban Meninggal Dunia

Adapun diketahui identitas korban yang tewas ditempat adalah Asma Nur (42) dan anaknya, Faida Naila Harahap yang masih berusia 10 tahun. Keduanya tercatat warga Jalan Karya Lingkungan, II Gang Karang Anyar, Kecamatan Medan Barat.

Dan Batara Arengga Nasution (38) Jalan Rusunawa Kayu Putih, Kecamatan Medan Deli. Sedangkan satu orang lagi belum teridentifikasi oleh petugas kepolisian, namun diperkirakan berusia 40 sampai 50 tahun dan jasadnya sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Sementarra itu, sang sopir yang selamat usai berhasil melompat hendak berusaha melarikan diri, namun warga dengan cepat mengamankannya hingga petugas kepolisian setempat tiba di lokasi.

Warga yang geram kemudian menghajar sopir angkot naas itu, namun nyawanya selamat setelah pihak Kepolisian dengan sigap mengamankannya.

Berita Populer