Connect with us

Al Islam

Sombong Kepada Orang Sombong, Ini Bukan Hadits!

Belum ada ditemukan hadits yang mengungkapkan bahwa “bersikap sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah”. Maka dapat dipastikan bahwa ini bukan dari perkataan Rasulullah.

Diterbitkan

on

Sombong Kepada Orang Sombong (suara pakar)
Sombong kepada orang sombong, merupakan ungkapan para ulama terdahulu. Dalam Hadits sikap sombong yang diperbolehkan adalah sombong ketika berperang dan bersedekah. (foto: Suarapakar.com).

Suarapakar.com – Ungkapan, “sombong kepada orang sombong adalah sedekah”, tidak terdapat dalam kitab hadits manapun. Adapun yang senada dengan ungkapan tersebut ada terdapat pada beberapa perkataan dari para ulama.

Seperti yang terdapat dalam kitab Buraiqah Mahmudiyah, yang disusun oleh Syekh Muhammad Al Khadimi. Beliau mengatakan,

“Bersikap sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah, karena jika kita bersikap tawadhu di hadapan orang sombong maka itu akan menyebabkan dirinya terus-menerus berada dalam kesesatan. Namun, jika kita bersikap sombong maka ia akan sadar.” Kata Syekh Al Khadimi.

Menurut Syekh Al Khadimi, hal Ini sesuai dengan nasihat Imam Asy Syafi’i,

تكبر على المتكبر مرتين

“Sombongilah orang yang menyombongkan diri dua kali lipat dari kesombongannya.” Kata Imam Syafi’i.

Kemudian Imam Az-Zuhri (juga) mengatakan,

“Bersikap sombong kepada pecinta dunia merupakan bagian ikatan Islam yang kokoh.” Ungkap Imam Az Zuhri.

Begitu juga dengan Imam Yahya bin Mu’adz (juga) menegaskan bahwa,

“Bersikap sombong kepada orang yang bersikap sombong kepadamu, dengan hartanya, adalah termasuk bentuk ketawadhuan.” Jelas Imam Yahya.

Baca juga: Seruan Sholat Jumat Bukan Untuk Laki-laki Saja!

Larangan Bersikap Sombong Kecuali Ketika Perang dan Sedekah

Pada dasarnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melarang manusia bersikap sombong. Sebagaimana Firman-Nya,

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Surat ke-17 Al Israa, ayat 37).

Hadits: Sombong Ketika Berperang dan Besedekah

Namun dalam keterangan satu riwayat hadits, dibolehkan sombong ketika berperang dan bersedekah. Berikut ini haditsnya,

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَمُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، الْمَعْنَى وَاحِدٌ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبَانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ ابْنِ جَابِرِ بْنِ عَتِيكٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَتِيك،

أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: مِنَ الْغَيْرَةِ مَا يُحِبُّ اللَّهُ وَمِنْهَا مَا يُبْغِضُ اللَّهُ، فَأَمَّا الَّتِي يُحِبُّهَا اللَّهُ فَالْغَيْرَةُ فِي الرِّيبَةِ، وَأَمَّا الْغَيْرَةُ الَّتِي يُبْغِضُهَا اللَّهُ فَالْغَيْرَةُ فِي غَيْرِ رِيبَةٍ، وَإِنَّ مِنَ الخُيَلَاءِ مَا يُبْغِضُ اللَّهُ، وَمِنْهَا مَا يُحِبُّ اللَّهُ، فَأَمَّا الْخُيَلَاءُ الَّتِي يُحِبُّ اللَّهُ فَاخْتِيَالُ الرَّجُلِ نَفْسَهُ عِنْدَ الْقِتَالِ، وَاخْتِيَالُهُ عِنْدَ الصَّدَقَةِ، وَأَمَّا الَّتِي يُبْغِضُ اللَّهُ فَاخْتِيَالُهُ فِي الْبَغْيِ قَالَ مُوسَى: وَالْفَخْرِ

Telah bercerita kepada kami Muslim bin Ibrahim dan Musa bin Ismail, yang kedua makna (hadits)nya sama. Keduanya berkata: telah bercerita kepada kami Aban, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya dari Muhammad bin Ibrahim, dari putra Jabir bin ‘Atik dari Jabir bin ‘Atik,

“Bahwa Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Sebagian dari cemburu (tidak suka), ada cemburu yang disenangi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ada pula yang dibenci oleh Allah.

Cemburu yang disukai oleh Allah adalah cemburu pada keraguan. Dan cemburu yang tidak disukai oleh Allah adalah cemburu pada sesuatu yang tidak ada keraguan darinya.

Dan sungguh sebagian dari kesombongan ada sombong yang dibenci oleh Allah dan ada pula sombong yang disukai oleh Allah.

Sombong yang disukai oleh Allah adalah sombongnya seseorang (yang beriman) ketika berperang dan sombongnya seseorang ketika bersedekah.

Sedangkan sombong yang dibenci oleh Allah adalah sombongnya seseorang dalam kezholiman. Musa berkata: dan (sombong dalam) kehormatan”.” (Hadits Riwayat Abu Daud dalam kitab Sunannya).

Wallahu a’lam,

GRANPRIZE

Berita Populer