Connect with us

Nasional

Soal Laporan Data Covid-19 Tak Sinkron, Begini Penjelasan Gubernur Sumut

“Sehingga kalau ini yang dilaporkan jadi double katanya ini lah yang sering berbeda,”

Diterbitkan

on

Data Covid-19 Tak Sinkron (suara pakar)
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi. (Foto: Suara Pakar)

Suarapakar.com –¬†Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjelaskan ketidaksinkronan data Covid-19 antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Pusat (Pempus) ditenggarai pemakaian testing yang berbeda, seperti tes PCR Antigen dan Swab PCR.

Seperti diketahui, persoalan data Covid-19 yang terdapat perbedaan antara Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Pemerintah Provinsi masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Sehingga penginputan data Covid-19 ke pusat kerap terjadi perbedaan.

“Sehingga kalau ini yang dilaporkan jadi double katanya ini lah yang sering berbeda,” terangnya kepada awak media, di Rumah Dinas (Rumdis) Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Senin (13/9/2021).

Edy sendiri meminta agar tidak meributkan persoalan perbedaan data yang terjadi. Menurut mantan Pangkostrad itu yang terpenting adalah kasus Covid-19 di Sumut semakin hari semakin menunjukkan tren penurunan.

“Perkara laporan-laporan ada beda-beda sedikit tak usah diributkan yang penting rakyat kita sehat. Yang paling penting kalian bisa rasakan sekarang ini dengan dua tiga Minggu yang lalu kita berharap dari hari ke hari semakin berubah ini semakin sedikit,” tegasnya.

Baca juga: Edy Jawab Tudingan Bobby soal Data Covid-19: Jangan Asik Salah Sini Salah Situ

Pemprov Sumut Klaim Penurunan Dilihat Dari BOR, ICU dan Biaya Penguburan

Edy memastikan kasus Covid-19 di Sumut mengalami tren penurunan. Mantan Ketua Umum PSSI itu menjelaskan bahwa angka BOR telah berada di angka 19 persen setelah enam minggu lalu berada di angka 80 persen.

Dia menambahkan untuk ICU sendiri per tanggal 13 September 2021 berada di angka 28 persen.

“Itu adalah tanda otentik rakyat kita ini yang sakit semakin berkurang,” jelasnya.

Edy juga memastikan tren penurunan kasus Covid-19 di Sumut dari tingkat kematian akibat terpapar Covid-19. Pihaknya mencatat berdasarkan dari pembiayaan penguburan tercacat alami pengurangan.

“Karena setiap yang dikuburkan terpapar Covid itu dananya sampai 5 juta semakin uang ini tak keluar, berarti semakin sedikit yang meninggal itu saja ukuran yang paling gampang,” pungkasnya.

Reporter: Ilham

Berita Populer