Connect with us

Peristiwa

Sibolga Diguncang Gempa 4,9 SR, Getaran Terasa hingga Samosir

“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,”

Diterbitkan

on

Sibolga Diguncang Gempa 4,9 SR (suara pakar)
Peta gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4.9 SR di Wilayah Sibolga (Sumber: BBMKG Wilayah 1 Medan)

Suarapakar.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4.9 SR mengguncang wilayah Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa (24/8/2021) dinihari. Getaran terasa hingga ke Kota Samosir.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hartanto mengatakan bahwa dari hasil analisis BMKG, gempa bumi itu terjadi pada pukul 03.59 WIB.

Episenter terletak pada koordinat 1,85 LU dan 95,45 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 38 Km Barat Laut Kota-Sibolga-Sumut pada kedalaman 67 Km,” kata Hartanto, Selasa (24/8/2021) pagi.

Hartanto menjelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi di Sibolga ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia. Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.

“Gempa ini terjadi karena adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia,” jelasnya.

Hartanto mengungkapkan bahwa dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di Kota Samosir, Sumut II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Getaran dirasakan nyata dalam rumah atau terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Baca juga: Puting Beliung Terjang Medan Polonia, Brimob Polda Sumut Bantu Evakuasi

Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Sibolga Diguncang Gempa 4,9 SR

Lebih lanjut Hartanto mengatakan bahwa belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa berkekuatan 4,9 SR.

“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ungkapnya.

Hingga pukul 05.40 WIB, ditambahkan Hartanto, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa tidak ada kejadian gempa bumi susulan (aftershock). Meski begitu, ia meminta kepada masyarakat sekitar agar tetap waspada dan tidak percaya dengan berita yang tidak benar.

“Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbaunya.

Reporter: Jafar Wijaya

KELASTRADING

Berita Populer