Connect with us

Al Islam

Sholatnya Kok Beda-Beda? Ikuti yang Dalilnya Kuat!

Ada beberapa perbedaan di kalangan umat Islam dalam pelaksanaan sholat. Namun perbedaan itu bukan mengenai hal-hal yang mendasar. Sehingga dapat dimaklumi, jika memang ada dalilnya!

Diterbitkan

on

Sholatnya Kok Beda (suara pakar)
Sholatnya kok beda-beda tapi sama-sama Islam? Tidak perlu berseteru! Ikuti saja yang dalilnya kuat! (foto: Suarapakar.com).

Suarapakar.com – Penting bagi kita umat Islam mempelajari bagaimana tata cara sholat yang benar. Namun di kalangan umat Islam kita menemukan sholatnya kok beda-beda. Maka tugas kita, ikuti yang dalilnya kuat! Maklumi perbedaan!

Tidak perlu sampai berseteru atau bahkan sampai menghujat yang berakhir putusnya hubungan silaturrahim antara sesama umat Islam. Nanti yang tepuk tangan yang tidak sholat! Tentu selama perbedaan itu bukan mengenai hal-hal yang mendasar dalam ajaran Islam, kiranya dapat saling memaklumi.

Hal-Hal Mendasar dalam Sholat (yang Tidak Boleh Berbeda)

Berikut ini hal-hal yang prinsip menjadi dasar dalam Sholat yang tidak boleh terjadi perbedaan di kalangan umat Islam,

1. Sholat fardhu 5 waktu hukumnya Wajib. Sholat selain sholat fardhu hukumnya Sunnah kecuali sholat Jumat hukumnya Wajib bagi laki-laki.

2. Jumlah rakaat: Sholat Maghrib 3 rakaat, Isya 4 rakaat, Subuh 2 rakaat, Zhuhur 4 rakaat, dan Ashar 4 rakaat. Tidak boleh ada perbedaan mengenai hal ini!

3. Rukun sholat ada 13, yaitu:

1) Berdiri bagi yang mampu
2) Niat dalam hati
3) Takbiratul ihram
4) Membaca surat Al Fatihah pada tiap awal rakaat
5) Rukuk
6) I’tidal
7) Sujud dua kali pada setiap rakaat
8) Duduk diantara dua sujud

Baca juga: Benarkah Amalan Pertama Dihisab Itu, Sholat? Ini Haditsnya!

Catatan penting:

Setelah sujud yang kedua langsung bangkit menuju rakaat berikutnya, lanjut begitu seterusnya dengan menyesuaikan jumlah rakaat pada point no.2 di atas.

9) Duduk tasyahud akhir,
10) Membaca tahyat pada tasyahud akhir
11) Membaca sholawat Nabi pada tasyahud akhir
12) Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri
13) Tertib

Hal-Hal yang Dimaklumi Berbeda-Beda dalam Sholat

Adapun hal-hal yang dimaklumi berbeda-beda dalam sholat di kalangan umat Islam adalah sebagai berikut,

1. Niat sholat. Ada yang dilafadzkan ada yang tidak (cukup dalam hati).

2. Posisi tangan saat takbiratul ihram ada yang di depan bahu, ada yang di samping telinga. Masing-masing ada haditsnya. Dimaklumi saja!

3. Sedekap setelah takbiratul ihram.

Ada yang sedekap di bawah pusar menurut madzhab Imam Hanafi dan Imam Hambali. Ada yang sedekap di atas pusar menurut madzhab Imam Malik dan Imam Syafi’i.

Bahkan ada yang tidak bersedekap sama sekali menurut para ulama pengikut madzhab Imam Malik, karena diakhir hayatnya Imam Malik tidak lagi bersedekap ketika sholat disebabkan tangan beliau mengalami sakit karena hukuman cambuk dari penguasa di zamannya.

Dan ada juga yang bersedekap di bagian dada, karena berdasarkan keterangan sebuah riwayat dari Wa’il bin Hujr Radhiyallahu ‘anhu,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ يَشُدُّ بَيْنَهُمَا عَلَى صَدْرِهِ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ

“Rasulullah Shollallahu ’alaihi wa sallam meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya kemudian mengencangkan keduanya di atas dadanya ketika beliau sholat.” (Hadits Riwayat Abu Daud 759, Al Baihaqi 4/38, Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir 3322).

Sebagian ada juga yang melakukan sedekap pada saat I’tidal. Karena penafsiran kata ‘berdiri’ pada hadits termasuk juga berdiri saat I’tidal.

Ini haditsnya, dari Wa’il bin Hujr Radhiyallahu’anhu,

رأيتُ رسولَ اللَّهِ إذا كانَ قائمًا في الصَّلاةِ قبضَ بيمينِهِ على شمالِهِ

“Aku melihat Nabi Shollallahu ’alaihi wa sallam berdiri dalam sholat beliau melingkari tangan kirinya dengan tangan kanannya.” (Hadits Riwayat An Nasa-i 886, Al Baihaqi 2/28). Menurut Al Albani dalam Shahih An Nasa-i, Hadits ini Shahih.

Sementara menurut pendapat ulama pada umumnya tidak bersedekap saat I’tidal. Hadits di atas bukan dimaksudkan berdiri saat I’tidal, melainkan berdiri saat membaca Al fatihah dan ayat.

4. Mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahiim ketika hendak membaca Al Fatihah dan Ayat.

Ada yang diucapkan zhohir (jelas) menurut madzhab Imam Syafi’i, ada yang tidak diucapkan sama sekali menurut madzhab Imam Malik, dan ada yang diucapkan tetapi secara siir (pelan/halus) menurut madzhab Imam Ahmad bin Hambal.

5. Bacaan doa di dalam sholat. Seperti doa iftitah, doa rukuk, doa I’tidal, dan doa sujud.

6. Qunut ketika rakaat akhir sholat subuh. Ada yang melakukannya ada yang tidak. Ada yang melakukannya sebelum rukuk menurut madzhab Imam Malik, dan ada yang melakukannya sesudah rukuk (saat I’tidal) menurut madzhab Imam Syafi’i.

Itulah beberapa perbedaan dalam sholat yang diperkirakan dapat termaklumi di kalangan umat Islam. Semoga kita semua tetap dapat menjaga dan mempererat ukhuwah Islamiyah, saling menghormati perbedaan yang telah memiliki dasarnya masing-masing.

Fa’tabiruu, Wallahu a’lam,

GRANPRIZE

Berita Populer