Connect with us

Al Islam

Seruan Sholat Jumat Bukan Untuk Laki-laki Saja!

Sholat Jumat dilaksanakan sebagai pengganti sholat zhuhur pada setiap hari Jumat. Terdapat dua khutbah untuk mengajak umat Islam meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan dilanjutkan sholat berjemaah dua rakaat.

Diterbitkan

on

Seruan Sholat Jumat
Seruan sholat Jumat ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Kemudian para ulama sepakat bahwa sholat Jumat diwajibkan bagi kaum lelaki. Sedangkan kaum perempuan tidak diwajibkan. (foto: Suarapakar.com).

Suarapakar.com – Pada dasarnya seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menunaikan sholat Jumat ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Seruan sholat Jumat bukan untuk laki-laki saja! Tetapi orang beriman baik laki-laki maupun perempuan.

Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Surat ke-62 Al Jumu’ah, ayat 9).

Sayyid Sabiq, seorang ulama kontemporer dari Mesir yang ahli dalam bidang Fiqih (lahir: desa Istanha, Distrik Al Baghur, propinsi Al Munufiyah, Mesir, tahun 1915 M, dan wafat: tahun 2000 M), mengatakan bahwa,

“(dahulu) kaum wanita banyak juga yang hadir di dalam masjid dan melakukan sholat Jumat bersama Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.” Ungkap Sayyid Sabiq, dalam karyanya yang monumental, kitab Fiqih As Sunnah.

Hal ini didasarkannya pada salah satu riwayat dari Ummu Hisyam binti Al Harits Radhiyallahu ‘anha mengatakan,

“Tidaklah aku hafal surat Qaf kecuali dari lisan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, (saat) beliau berkhutbah dengannya pada setiap Jumat.” (Hadits Riwayat Muslim).

Berarti Ummu Hisyam binti Al Harits, seorang perempuan dari suku Najar yang seluruh keluarganya berbait kepada Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam, juga ikut menunaikan sholat Jumat bersama dengan umat Islam yang lainnya.

Baca juga: Ini Makna Fitrah dan Penyucian Jiwa!

Mengapa Kemudian Perempuan Tidak Diwajibkan Sholat Jumat?

Seluruh ulama telah sepakat bahwa sholat Jumat Wajib hukumnya bagi kaum laki-laki. Sedangkan kaum perempuan, anak (belum baligh), dan budak, tidak diwajibkan.

Ibnul Mundzir, seorang ulama terkenal yang merupakan salah satu murid dari Imam Asy-Syafi’i (lahir: diperkirakan tahun 242 H, dan wafat: Mekah, berkisar tahun 318 H) mengungkapkan,

“Mereka (para ulama) sepakat bahwa Jumatan tidak wajib untuk wanita.” Kata Ibnul Mundzir dalam kitabnya Al Ijma’, No. 52.

Kesepakatan para ulama itu, berdasarkan pada keterangan sebuah hadis dari Thariq bin Ziyad Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَربَعَة : عَبدٌ مَملُوكٌ ، أَو امرَأَةٌ ، أَو صَبِيٌّ ، أَو مَرِيضٌ

“Jumatan adalah kewajiban bagi setiap muslim, untuk dilakukan secara berjamaah, kecuali 4 orang: Budak, wanita, anak (belum baligh), dan orang sakit.” (Hadits Riwayat Abu Daud 1067)

Hadits ini diShahihkan oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Irsyadul Faqih 1:190, dan Ibnu Rajab dalam kitabnya Fathul Bari 5:327.

Wallahu a’lam,

GRANPRIZE

Berita Populer