Connect with us

Amerika

Serentak 3 Penjara Rusuh, 50 Tahanan Tewas di Ekuador

Kerusuhan itu terjadi dipicu oleh organisasi kriminal yang menginginkan kerusuhan terjadi di penjara-penjara Ekuador.

Diterbitkan

on

tahanan tewas di ekuador (suara pakar)
Pasukan Angkatan Laut Ekuador menjaga penjara di Guayaquil, Ekuador, yang rusuh pada 23 Februari 2021. (Foto: Al Jazeera/AP)

Suarapakar.com– Kerusuhan di 3 penjara menyebabkan sedikitnya 50 tahanan tewas di Ekuador, Selasa (23/2/2021) dan menyebabkan sejumlah tahanan lainnya luka-luka.

Komandan polisi Patricio Carrillo mengatakan kondisi kerusuhan di 3 penjara itu sangat parah dan pihaknya pun berupaya keras mengendalikan situasinya.

Sedangkan Menteri Dalam Negeri Ekuador, Patricio Pazmino mengatakan pihak keamanan telah mendirikan pos komando di kawasan itu. Pihaknya menuding kerusuhan itu terjadi dipicu oleh organisasi kriminal yang menginginkan kerusuhan terjadi di penjara-penjara Ekuador.

Hal senada diungkapkan oleh Presiden Ekuador, Lenin Moreno yang mengaitkan kerusuhan itu dengan organisasi kriminal. Melansir dari okezone.com, Rabu (23/2/2021) Lenin Moreno menambahkan bahwa aparat keamanan setempat berupaya untuk mengembalikan kondisi Rumah Tahanan (Rutan) di Provinsi Guayas, Azuay dan Cotopaxi menjadi normal.

Padahal, untuk meminimalisir angka kerusuhan, Presiden Ekuador pernah memberlakukan keadaan darurat selama 90 hari di rutan-rutan Ekuador. Tapi sayangnya, presiden pun mencabut status keadaan darurat itu pada November 2020.

Baca juga: PBB Segera Selidiki Kamp Muslim Uighur China

11 Tahanan Tewas Akibat Rusuh Penjara 2019

Kerusuhan ini mengulang memori kelam yang pernah terjadi di Ekuador pada akhir 2019, yang sebabkan 11 tahanan tewas dan 7 tahanan lainnya cedera. Kerusuhan itu terjadi karena persaingan geng di dalam Rutan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan polisi, kerusuhan yang sama juga pernah terjadi di tahun 2020 dan menyebabkan 51 orang meninggal dunia.

Saat ini, di negara yang berpenduduk 17 juta jiwa itu, sebanyak 38.000 orang berada di sejumlah Rutan di Ekuador dan pemerintah setempat pun berupaya mengurangi jumlah itu. Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah meringankan hukuman para narapidana. Tujuannya untuk mengurangi angka kepadatan jumlah orang di Rutan.

Berita Populer