Connect with us

Ekonomi

Sepekan Ini, Harga Pangan di Pasar Tradisional Medan Anjlok

“Tapi kalau kayak pesta-pesta sudah diperbolehkan, anak-anak udah sekolah lagi, mungkin daya beli masyarakat akan meningkat,”

Diterbitkan

on

Harga Pangan di Pasar Tradisional Medan Anjlok (suara pakar)
Pedangan pangan komoditas tomat, cabai, bawang di Pasar Tradisional Simpang Limun, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Jalan Sisingamangraja, Sabtu (16/10/2021). (Foto: Ilham/suarapakar).

Suarapakar.com – Dalam sepekan ini, sejumlah harga pangan di pasar tradisional mengalami penurunan yang signifikan. Salah satunya harga pangan komoditas tomat terpantau mengalami penurunan drastis yang semula berada di harga Rp12.000 perkilogram kini menjadi Rp6.000/Kg.

Anjloknya harga tomat itu terpantau di Pasar Tradisional Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (16/10/2021). Tren penurunan pada harga tomat terus anjlok sejak sepekan ini.

“Dari mulai hari minggu kemarin. Tiap hari turun harga tomat. Sampai hari ini harganya Rp6.000 perkilo,” ungkap seorang pedagang, Dinda Silalahi, kepada Suara Pakar.

Dinda menyebutkan, penurunan harga tersebut tidak terjadi hanya pada tomat. Harga pangan komoditas cabai rawit turut tercatat mengalami penurunan drastis.

Kelas Trading by Fakar Suhartami Pratama

Sejak pekan lalu dibanderol mencapai harga Rp40.000 perkilo, kini harga cabai rawit berada di kisaran harga Rp32.000 perkilo.

“Sebenarnya semua mengalami penurunan sejak seminggu ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk harga cabai merah dibanderol Rp24.000 perkilo, cabai hijau Rp20.000 perkilo, bawang merah Rp24.000 perkilo dan bawang putih Rp24.000 perkilo.

Baca juga: BBM Langka di Sumut, Antrian Panjang Hiasi Sejumlah SPBU

Daya Beli Masyarakat Terbilang Stabil

Dinda menilai, anjloknya sejumlah harga pangan di Kota Medan ditenggarai lantaran lagi musim panen.

“Jadi bahan lagi banjir suplai,” ujarnya.

Kendati, Dinda mencatat untuk daya beli masyarakat sendiri selama sepekan ini terbilang cukup stabil. Dia menyakini daya beli masyarakat bisa meningkat apabila aktivitas seperti pesta pernikahan dan sekolah kembali berjalan.

“Sementara ini masih stabil saja. Tapi kalau kayak pesta-pesta sudah diperbolehkan, anak-anak udah sekolah lagi, mungkin daya beli masyarakat akan meningkat,” pungkasnya.

Reporter: Ilham

KELASTRADING

Berita Populer