Connect with us

Nasional

Sepanjang Juni 2021, Telah Terjadi 137 Bencana Alam di Indonesia

“Dari sejumlah kejadian itu, sebanyak 495 warga meninggal dunia, 12.865 luka-luka dan lebih dari 5 juta warga menderita akibat bencana,”

Diterbitkan

on

137 Bencana Alam di Indonesia (suara pakar)
Satu unit angkot di Kota Medan tertimpa pohon yang tumbang akibat hujan deras dan angin kencang yang menerpa beberapa waktu lalu. (Sumber: Facebook/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Sebanyak 137 bencana alam telah tercatat berdasarkan rangkuman informasi dari BPBD sepanjang Juni 2021. Bencana hidrometeorologi, seperti angin puting beliung, banjir dan tanah longsor, mendominasi kejadian sepanjang Juni lalu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian bencana alam di Tanah Air.

“Jumlah kejadian tertinggi yaitu bencana angin puting beliung sebanyak 50 kejadian, disusul tanah longsor 39 dan banjir 33,” tulis BNPB sebagaimana dikutip dari laman resminya, Sabtu (3/7/2021).

Di samping bencana tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga berlangsung sebanyak 12 kejadian dan gelombang pasang atau abrasi sebanyak 1 kali. Sedangkan bencana geologi, BNPB mencatat sebanyak 2 kali.

Sepanjang bulan lalu, sebanyak 2 warga meninggal dunia akibat bencana alam. Hal itu disebabkan oleh angin puting beliung serta tanah longsor.

“Dari sisi korban luka, jumlah korban meninggal berjumlah 32 warga, yang disebabkan bencana hidrometeorologi,” tulis BNPB lagi.

Selain itu, bencana juga mengakibatkan kerusakan material, seperti tempat tinggal warga. Total rumah warga rusak mencapai 1.205 unit.

Dengan rincian, yakni rusak ringan 777 unit, rusak sedang 248 dan rusak berat 163. Sedangkan 17 unit masih menunggu verifikasi dari BPBD saat gempa M5,1 terjadi di wilayah Yogyakarta pada 28 Juni 2021 lalu.

Sementara itu pada bencana banjir, lebih dari 15.000 rumah dilaporkan terendam. Kerusakan rumah warga lebih disebabkan bencana hidrometeorologi dibandingkan geologi.

BNPB pun mencatat, 250 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Adapun sisanya diakibatkan oleh bencana lain, seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.

137 Bencana Alam di Indonesia

Banjir yang terjadi di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (2/7/2021) pukul 09.00 WIB. (Sumber: BPBD Kota Samarinda

Baca juga: Peringatan Dini BMKG, 27 Wilayah Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

Periode Januari-Juni 2021 Terjadi Lebih dari 1.000 Bencana Alam

Sementara itu, dilihat pada periode awal Januari hingga akhir Juni 2021 ini, BNPB mencatat lebih dari 1.000 kejadian bencana alam.

“Dari sejumlah kejadian itu, sebanyak 495 warga meninggal dunia, 12.865 luka-luka dan lebih dari 5 juta warga menderita akibat bencana,” tulis BNPB.

Dari sejumlah kejadian pada periode ini, bencana hidrometeorologi masih tetap mendominasi. Seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Memasuki Juli 2021, masyarakat masih dihadapkan pada potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang dan banjir. Pada awal bulan ini, Pusdalops BNPB mendapatkan informasi mengenai dampak angin kencang di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat.

“Fenomena cuaca yang terjadi pada Kamis (1/7/2021), pukul 14.15 telah berdampak pada beberapa keluarga. Belum lagi akibat faktor geologi, potensi bahaya gempa bumi dapat terjadi setiap saat,” ungkap BNPB.

Oleh karena itu, BNPB selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya bencana alam yang terjadi. Apalagi saat ini masih terjadi penyebaran Covid-19, pandemi ini perlu mendapatkan perhatian serius masyarakat, khususnya mereka yang juga terdampak pada bencana alam.

GRANPRIZE

Berita Populer