Connect with us

Nasional

Segel Mall Centre Point, Bobby Nasution: Kami Hanya Meminta Hak

“Kami, Pemkot Medan, hari ini hanya meminta hak kami, kalau ini ada pembayaran pajak, itu sebesar Rp56 miliar,”

Diterbitkan

on

Segel Mall Centre Point (suara pakar)
Mal Center Poin yang disegel oleh pihak Pemko Medan. (Foto: Jafar Wijaya/Suara Pakar)

suarapakar.com – Pemerintah Kota (Pemko) Medan terpaksa menyegel Mall Center Point yang berdiri di Jalan Jawa Medan lantaran menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sejak tahun 2010 atau senilai Rp56 miliar. Selain itu Mall Center Point itu juga tidak memiliki Surat Izin Membangun (IMB).

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution mengungkapkan bahwa Mall Center Point yang belum membayar pajak tersebut belum memenuhi persyaratan dari IMB.

“Ada syarat-syarat IMB yang belum terpenuhi. Karena pajaknnya belum dibayar,” ungkapnya usai memimpin penyegelan yang berlangsung, Jumat (9/7/2021) sore.

Bobby menjelaskan sejak mall tersebut didirikan, pihak Mal Center Point hanya baru sekali menunaikan PBB, yakni pada tahun 2017. Meski telah beroperasi sejak tahun 2010 hingga kini.

“Nah ini, pajak dari tahun-tahun sebelumnya kami minta untuk dibayarkan tapi belum ada. Skema yang diberikan juga belum bisa kami terima karena di luar kebiasaan,” ungkap Bobby.

“Dan kami, Pemkot Medan, hari ini hanya meminta hak kami, kalau ini ada pembayaran pajak, itu sebesar Rp56 miliar,” sambungnya.

Baca juga: Nunggak Pajak Rp56 Miliar, Bobby Nasution Segel Mal Centre Point

Bobby Beri Tenggat Waktu 3 Hari Bayar Tunggakan PBB

Bobby menyebutkan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pengelola Mall Center Point, PT ACK, PT KAI sebelum melakukan penyegelan. Namun hingga tenggat waktu yang telah ditentukan, yakni 7 Juli 2021 kemarin, pihak pengelola Mall Center Point tidak kunjung membayar tunggakan PPB tersebut.

Dia menjelaskan pada periode sebelum dirinya menjabat sebagai Wali Kota Medan telah ada MoU antara PT ACK, PT KAI dan Pemko Medan mengenai tunggakan tersebut. Namun saat ini MoU itu dinilai telah kadaluwarsa.

“Pemkot Medan memberi waktu tiga hari kepada pengelola mal untuk melunasi tunggakan pajak mereka. Jika tidak, mal tersebut akan tetap disegel,” terangnya.

Dalam penyegelan itu, Pemko Medan menurunkan ratusan personel Satpol PP, beberapa personel kepolisian dan TNI. Selanjutnya para pengunjung mal digiring keluar dan Mal Center Point berhenti beroperasi.

Reporter: Jafar Wijaya

GRANPRIZE

Berita Populer