Connect with us

Nasional

Salat Idul Adha di Sumut Ditiadakan, untuk Zona Merah dan Oranye

“Kan ada hijau, ada kuning ada oranye dan merah untuk oranye dan merah sudah dipastikan itu ditiadakan salat berjamaah,”

Diterbitkan

on

Salat Idul Adha di Sumut Ditiadakan (suara pakar)
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. (Foto: Alfiansyah/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Salat berjamaah Idul Adha di lapangan dan masjid untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut) yang masuk dalam zona merah dan oranye Covid-19 ditiadakan.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat diwawancarai oleh tim Suara Pakar di Rumah Dinasnya, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Rabu (7/7/2021).

“Ya itu kita katakan, kalau itu didaerah merah kita akan lakukan khusus yang pastinya tidak diperbolehkan salat Idul Adha. Di tempat-tempat yang dinyatakan rawan karena situasinya darurat,” ungkap Edy.

Mantan Pangkostrad itu menegaskan, bila daerah masuk dalam zona merah Covid-19, diputuskan untuk tak mengelar salat Idul Adha berjamaah.

“Kan ada hijau, ada kuning ada oranye dan merah untuk oranye dan merah sudah dipastikan itu ditiadakan salat berjamaah,” kata Edy lagi.

Baca juga: Selama PPKM, Operasional Mal di Kota Medan Hingga Pukul 17.00 WIB

Pemotongan Hewan Kurban Dilaksanakan dengan Prokes Ketat

Meskipun ada larangan untuk salat berjamaah di lapangan dan masjid pada saat Idul Adha, dikatakan Edy, untuk pemotongan hewan kurban tetap akan dilaksanakan. Sesuai dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.

“Kurban haruslah nggak bisa ditiadakan kurban. Ya nanti kurbannya tetap jadi pelaksanaan nanti kita atur yang penting tidak mengabaikan prokes,” katanya.

Diketahui, dari data yang diperoleh dari website www.covid19.go.id pada Rabu 7 Juli 2021. Zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penyebaran Covid 19 diwilayah Sumut tidak ada.

Sementara untuk zona oranye atau risiko sedang meliputi Kota Medan, Deli Serdang, Dairi, Karo dan Tapanuli Utara. Data ini akan terus berubah setiap waktu.

Reporter: Alfiansyah

GRANPRIZE

Berita Populer