Connect with us

Nasional

RSUP HAM Gelar Vaksinasi Massal Untuk Nakes

“RSUP HAM dapat jatah 700 nakes yang divaksin. Hari ini mulai 200 orang perhari, dimana pagi 100 orang dan sore hari 100 orang”.

Diterbitkan

on

RSUP HAM Gelar Vaksinasi (suara pakar)
Salah satu nakes di RSUP HAM saat divaksin (Foto : Rezky Herdana)

Suarapakar.com –¬†RSUP HAM gelar vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes). Pemberian vaksin ini dilakukan di RSUP H Adam Malik (RSUP HAM) Jalan Bunga Lau, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Senin (1/3/2021).

Direktur RSUP HAM dr Zainal Safri mengatakan, vaksinasi ini diselenggarakan setelah pemberian vaksin tahap pertama di Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU), 10 Februari 2021 lalu.

“Ini vaksinasi nakes massal yang kedua, setelah yang pertama di pendopo USU berjumlah lebih 2.200 orang,” katanya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi, Zainal menyebut akan dibagi menjadi 2 tahap perharinya. Bagi nakes yang belum divaksin, akan divaksin dalam minggu ini.

“RSUP HAM dapat jatah 700 nakes yang divaksin. Hari ini mulai 200 orang perhari, dimana pagi hari 100 orang dan sore 100 orang. Bagi nakes yang belum disuntik, dalam minggu ini akan selesai semuanya,” jelas Zainal.

Baca juga: Kunjungi Bayi Kembar Siam, Gubsu: Akan Terus Dipantau

Belum Ada Laporan Signifikan Terkait Efek Samping Vaksinasi

Sementara terkait laporan dampak setelah suntik vaksin, Zainal mengatakan belum ada laporan yang signifikan hanya sebatas keluhan kecil akibat efek samping yang diterima setelah vaksinasi.

“Laporan yang kami terima masih kecil, hanya ada 1 laporan yaitu efek gatal-gatal pada kulit. Tetapi sekarang sudah sehat, yang lain ada yang lemas, mengantuk. Tapi itu wajar menurut saya,” jelasnya.

Untuk nakes yang sudah divaksin, Zainal menambahkan setiap nakes mempunyai kartu yang tertera nama-nama dokter. Sehingga jika para nakes bisa berkonsultasi jika sewaktu-waktu terjadi apa-apa setelah vaksin.

“Setiap yang divaksin, di kartunya ada dokter yang mengevaluasi mereka. Kalau di RSUP H Adam Malik ada 2, yaitu dokter anak dan dokter anastesi. Jadi dalam perkembangan setelah vaksin selama 2 minggu mereka bisa telepon kalau ada sesuatu,” tutup Zainal.

Reporter : Rezky Herdana

Berita Populer