Connect with us

Ekonomi

Rekrut 23 Ribu Nakes Baru, Menkeu Naikkan Anggaran Insentif Jadi Rp18,4 T

“Insentif nakes diberikan tambahan karena rumah sakit darurat membutuhkan tenaga dokter dan tenaga kesehatan,”

Diterbitkan

on

Rekrut 23 Ribu Nakes Baru (suara pakar)
Tenaga Kesehatan (nakes) yang sedang menangani pasien Covid-19. (Sumber: Sindonews)

Suarapakar.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani akan menaikkan anggaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) sebesar Rp1,08 triliun pada tahun 2021. Pemerintah menaikkan anggaran tersebut untuk memenuhi kebutuhan insentif bagi 23 ribu nakes baru yang akan direkrut nanti.

“Insentif nakes diberikan tambahan karena rumah sakit darurat membutuhkan tenaga dokter dan tenaga kesehatan,” ujar Sri Mulyani saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat dikutip dari cnnindonesia, Minggu (18/7/2021).

Tak hanya Nakes, Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa akan ada perekrutan terhadap 3.000 dokter baru. Selain itu, pemerintah juga akan merekrut perawat baru sekitar 20 ribu orang.

“Maka kami menambahkan Rp1,08 triliun dari Rp17,3 triliun bagi insentif tenaga kesehatan (nakes), baik yang di pusat dan daerah. Jadi totalnya Rp18,4 triliun,” jelasnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan, tambahan anggaran insentif ini selanjutnya akan diserahkan ke Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk proses pencairannya. Ia pun meminta kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar bisa mempercepat pencairannya kepada nakes.

“Percepatan untuk pencairannya di Bapak Menkes yang bisa jelaskan, tapi kita sudah sediakan anggarannya,” imbuhnya.

Baca juga: Jokowi Minta Aparat Penindak Pelanggaran PPKM Darurat Jangan Kasar

Sri Mulyani Telah Bayar Insentif dan Santunan Nakes 2021 Sebesar Rp2,94 T

Sebelumnya, Sri Mulyani telah membayar tagihan insentif dan santunan kematian bagi nakes sebesar Rp2,94 triliun per 9 Juli 2021 lalu. Realisasi ini merupakan kewajiban pembayaran untuk tahun anggaran 2021.

Ia merinci, realisasi tersebut terdiri dari pembayaran insentif 375 ribu nakes sebesar Rp2,9 triliun dan Rp49,8 miliar sisanya untuk santunan kematian.

“Ada 166 nakes yang meninggal. Tentu kami sangat sedih melihat jumlahnya. Dan ini menggambarkan risiko covid yang luar biasa,” ucap Sri Mulyani.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakana bahwa telah menyelesaikan pembayaran tunggakan insentif nakes pada 2020 sebesar Rp4,65 triliun untuk 200,5 ribu orang. Jumlah tersebut berasal dari nakes di Kementerian Kesehatan pusat.

Pemerintah pun telah membayar lagi tunggakan insentif tahap selanjutnya sebesar Rp1,42 triliun. Total pembayaran ini baru sebagian dari Rp1,47 triliun. Sisanya belum dibayarkan karena masih menunggu audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sedangkan untuk pembayaran insentif nakes di daerah, imbuh Sri Mulyani, pihaknya telah menyalurkan Rp3,28 triliun untuk tahun anggaran 2020 dari total tunggakan Rp4,17 triliun.

“Sisanya masih dalam proses akselerasi pembayaran insentif nakes daerah melalui earmark DAU dan DBH yang sebesar Rp8,15 triliun dari transfer yang kami berikan ke daerah,” pungkasnya.

GRANPRIZE

Berita Populer