Connect with us

Peristiwa

Ratusan Nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara Tuntut Pengembalian Dana

Kedatangan para korban ini untuk melaporkan tagihan Yayasan Sari Asih Nusantara yang total mencapai Rp87,5 miliar.

Diterbitkan

on

Ratusan Nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara Tuntut Pengembalian Dana (suara pakar)
Ratusan korban saat mendatangi Kantor Kurator dan Legal Author. (Foto: Alfiansyah/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Ratusan korban penipuan Yayasan Sari Asih Nusantara, mendatangi Kantor Kurator dan Legal Author Marudut Simanjuntak di Jalan Mangkubumi, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (2/7/2021).

Kedatangan para korban ini untuk melaporkan tagihan Yayasan Sari Asih Nusantara yang total mencapai Rp87,5 miliar. Para nasabah merasa menjadi korban penipuan yayasan tersebut.

Salah seorang korban, yang merupakan seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Rolly Napitupulu mengungkapkan, dirinya mengasuransikan pendidikan anaknya ke yayasan tersebut. Seharusnya sudah jatuh tempo pada Juli 2021 senilai Rp 11,3 juta.

“Jadi saya sudah 20 tahun menjadi nasabah disini. Sebelumnya tanggal 22 kemarin saya sudah cair punya kakak-kakaknya. Tapi yang dua ini dijanjikan jatuh tempo dan narik bulan Juli ini. Yang satu modalnya Rp7.100.000 dan yang satu lagi Rp4.200.000 berarti Rp11.300.000,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa dirinya telah memasukkan 7 orang anaknya dan anak saudaranya di dalam asuransi pendidikan di Yayasan Sari Asih Nusantara. Yang mana bila diakumulasikan maka total dari 7 anak senilai Rp22 juta.

“Itulah kami ke kantor pusat nengok, disitu ada dibuat untuk kita daftarkan ulang. Jadi kami sudah daftarkan ulang ini online ke website Yayasan. Jadi disuruh kemari antarkan berkas fotocopy masing-masing. Semua udah di online kan perlembar, semua yang punya dari rumah ya Rp22 juta ini dari 7 orang anak,” katanya.

Rolly mengatakan, bahwa data ketujuh anaknya sudah diinput datanya secara online ke website Yayasan Sari Asih Nusantara. Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa dua anaknya tersebut akan masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan akan masuk kuliah.

“Diakan tamat SD mau mau masi smp dan tamat SMA mau masuk kuliah. Mengharapkankah harus di bayar secepatnya. Kalau pribadi mana sanggup kita, bersama-samalah kita nuntut. Uang kita pun ga seberapanya kan gitu istilahnya,” pungkas Rolly.

Baca juga: Pegawai dan Satpam RSJ Prof Dr M Ildrem Tantang Wartawan Berkelahi

Pemilik Yayasan Sari Asih Nusantara Mantan Anggota DPRD Deliserdang

Informasi yang berhasil dihimpun, pemilik Yayasan Sari Asih Nusantara tersebut merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Deliserdang sejak tahun 2009-2014 dan 2014-2019, bernama Rusmani Manurung.

Yayasan itu memiliki nasabah kurang lebih sekitar 30 ribu orang warga Sumut. Yang tersebar dibeberapa wilayah yaitu Kota Medan, Sidikalang, Kabanjahe, Samosir, Porsea, Doloksanggul, Siborong-borong, Padang bulan, Lubuk Pakam dan Tanjung Morawa.

“Kurang lebih 30 ribu (nasabah) sesuai dengan putusan. Yang sudah jatuh tempo total Rp81 miliar dan akan jatuh tempo setelah 2021 itu sekitar Rp16 miliar. Jadi periode Januari hingga April sudah kita bayarkan sekitar Rp10,4 miliar dan sisa Rp87,5 miliar sesuai putusan pengadilan,” ungkap Kuasa Hukum Yayasan Sari Asih Nusantara, Jenris Siahaan.

“Tapi realnya data utang akan dapat pada saat verifikasi pencocokan hutang dulu. Jadi nanti naik dulu penetepan di media,” tambahnya.

Permasalahan ini telah dilaporkan ke pengadilan. Dengan putusan Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan Nomor 24/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Mdn tanggal 21 Juni 2021 lalu.

Jenris menyebutkan bahwa pihaknya sudah mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga.

“Jadi mereka meminta dana yang sudah masuk yang sudah jatuh tempo agar di kembalikan oleh pihak yayasan. Yang mana posisi yayasan saat ini kan sudah mengajukan PKPU ke Pengadilan. Akibat penundaan kewajiban pembayaran utang, ini kan sesuai dengan UU No 37,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa saat ini pihak Yayasan Sari Asih Nusantara tidak sanggup mengembalikan uang nasabah yang sudah jatuh tempo tersebut.

“Saat ini kan selaku yayasan tidak memungkinkan lagi mengembalikan uang nasabah yang sudah jatuh tempo. Jadi belum valid, sifatnya masih penundaan,” ucapnya.

Alasan Tak Sanggup Bayar, Yayasan Ajukan Perdamaian

Adapun alasan yayasan mengajukan PKPU ini, dijelaskannya dengan maksud mengajukan rencana perdamaian.

“Yang mana rencana perdamaiannya nanti akan diserahkan pada saat rapat kreditur yang mana waktu dan jadwalnya sudah ditentukan oleh pengurusnya berdasarkan putusan pengadilan tanggal 21 Juni 2021,” tuturnya.

Jenris melanjutkan, bahwa pihaknya diberikan waktu 45 hari oleh pengadilan untuk PKPU sementara.

“Saat ini dijalankan karena sudah dijalankan untuk PKPU sementara. Kita ikuti prosedur dari pengadilan bagaimana nanti, ajukan dulu proposal perdamaian. Masih bergulir karena sudah diputus tanggal 21 Juni 2021, dalam PKPU sementara ini kan 45 hari pemanggilan kreditur dan yang lainnya,” ucapnya

Ia menuturkan, bahwa pihak Yayasan Sari Asih Nusantara masih akan bertanggungjawab untuk pembayaran pencairan nasabah.

“Sifatnya masih bertanggung jawab, karenakan masih penundaankan masih ada proposal perdamaian nanti diajukan. Itu rencana perdamaian nya nanti di proposal tapi disetujui atau tidak kan ada rapat krediturnya yang penting ada proposal kami ajukan dulu,” pungkas Jenris.

Reporter : Alfiansyah

GRANPRIZE

Berita Populer