Connect with us

Al Islam

Rasulullah Tidak Poligami, Ketika Beristrikan Siti Khadijah

Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Selama menikah dengannya Rasulullah tidak memiliki istri lain sampai Siti Khadijah wafat.

Diterbitkan

on

Rasulullah Tidak Poligami (suara pakar)
Rasulullah tidak poligami selama beristrikan Siti Khadijah binti Khuwailid. (foto: Suara Pakar).

Suarapakar.com – Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai (Khadijah Al Kubra), merupakan anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za’idah. Selama beristrikan Siti Khadijah Rasulullah Tidak Poligami.

Poligami adalah perkawinan seorang suami dengan lebih dari seorang istri dalam masa yang bersamaan. Lawannya adalah monogami.

Dalam perspektif hukum Islam, (kecuali Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam) poligami boleh dilakukan dengan maksimal empat orang istri. Lihat dalam Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dalam Surat ke-4 An Nisa, ayat 3 dan 129.

Baca juga: Cara Mengetahui Penyakit Ujub pada Manusia

Mengenal Sosok Siti Khadijah Binti Khuwailid

Siti Khadijah (556-619 M) berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Ia merupakan wanita As Sabiqun Al Awwalun (generasi yang memeluk Islam paling pertama atau paling awal saat bersama Rasulullah).

Sebelum menikah dengan Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam, Siti Khadijah sudah pernah menikah sebanyak dua kali.

Yaitu dengan Abi Haleh Al Tamimy yang akhirnya menjanda karena suaminya tersebut wafat. Kemudian khadijah menikah lagi dengan Oteaq Almakzomy, yang akhirnya juga wafat saat usia Khadijah belum sampai 40 tahun.

Sepeninggal suaminya Khadijah telah mewarisi kekayaan dari masing-masing keduanya sehingga Siti Khadijah menjadi perempuan terkaya di Mekah saat itu.

Ada riwayat yang mengatakan berkisar 1/3 wilayah makkah adalah kepunyaan Siti Khadijah. Dengan hartanya itu Ia mengambil alih bisnis dan menjadi pedagang mandiri.

Suatu ketika Abu Thalib mendengar seseorang berbicara bahwa Siti Khadijah mencari seorang pekerja untuk memimpin karavan baru ke Suriah.

Mendengar kabar tersebut Abu Thalib bergegas menemui Muhammad dan membicarakan hal tersebut. Kemudian dengan senang hati, Muhammad menerima tawaran dari pamannya.

Khadijah langsung menerima Muhammad untuk bertanggung jawab atas pelayaran berikutnya ke Suriah.

Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabar dalam menawarkan barang dagangan yang ia bawa yang menghasilkan keuntungan. Kemudian Muhammad belanja barang-barang yang ada di Suriah dan menjualnya di Mekah.

Ketika Nabi Muhammad kembali ke Mekah, dan membawa barang langsung ke Khadijah. Khadijah kagum melihat barang dagangan dan keuntungan yang ia dapatkan hingga dua kali lipat pendapatan rata-rata dari hasil yang biasa.

Pernikahan Siti Khadijah dan Muhammad

Menurut sebagian besar pendapat ulama, pada tahun 595 M, Siti Khadijah yang saat itu berusia 40 tahun menikah untuk yang ketiga kalinya dengan Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu berusia 25 tahun.

Awalnya Siti Khadijah menceritakan rasa kagumnya dengan sosok Muhammad kepada Nafisah yang berkunjung ke rumah Khadijah.

“Ia adalah pria yang jujur dan dapat dipercaya dan betapa bahagianya aku mempekerjannya.” Ungkap Khadijah.

Tebersit dalam pikiran Nafisah yang spontan ia sampaikan kepada Khadijah,

“Kamu seorang janda dan kalian berdua sangat cocok satu sama lain, mengapa tidak menikah saja?” kata Nafisah.

Mendengar perkataan Nafisa, Khadijah setuju dengan pendapatnya. Dan akhirnya Nafisa menjadi perantara dan pergi langsung menemui Muhammad untuk membicarakan hal itu.

Muhammad senang menerima kabar tersebut dan bertanya kepada pamannya yang juga begitu senang mendengar kabar tersebut. Sehingga berlangsunglah pernikahan Siti Khadijah binti Khuwailid dan Muhammad bin Abdullah.

Pernikahan tersebut membuahkan keturunan dua anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Akan tetapi semua anak laki-laki beliau (Al Qosim dan Abdullah) wafat pada usia kanak-kanak. Sedangkan anak-anak perempuan beliau tumbuh hingga dewasa. Yaitu: Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah.

Lebih kurang selama 18 tahun Muhammad Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam tidak poligami ketika beristrikan Khadijah.

Wallahu a’lam,

Berita Populer