Connect with us

Nasional

PVMBG: 2 Gunung Api Bawah Laut di Indonesia Berpotensi Bahaya jika Erupsi

Indonesia juga memiliki empat gunung berapi bawah laut lain, yakni gunung api Sangir yang terletak di Perairan Sangir. Kemudian gunung Emperor of China dan Nieuwekerk di perairan Maluku. Terakhir gunung Yersey di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diterbitkan

on

Suara Pakar - 2 Gunung Api Bawah Laut di Indonesia
Gunung api bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai di Tonga erupsi. (Sumber: Head Topics)

Suarapakar.com – Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Andiani, menyebutkan, Indonesia memiliki enam gunung berapi bawah laut, dimana dua di antaranya berpotensi membahayakan jika mengalami erupsi. Bahkan, lanjutnya, dua gunung bawah laut itu pernah menyebabkan tsunami.

Gunung berapi bawah laut menjadi sorotan sejak meletusnya gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai di Tonga yang menyebabkan tsunami di wilayah tersebut dan membuat sejumlah negara di sekitarnya dalam kondisi waspada.

“Dari sejarah yang mengakibatkan tsunami (adalah) gunung Hobal dan Banua,” ungkap Andiani, sebagaimana dikutip dari cnnindonesia, Kamis (20/1/2022).

Berikut daftar dua gunung berapi bawah laut di Indonesia yang potensi membahayakan jika mengalami erupsi.

1. Gunung Hobal

Gunung Hobal adalah gunung berapi di bawah laut yang pernah menjadi penyebab tsunami di Indonesia. Gunung ini terletak di wilayah Kabupaten Flores bagian timur, Nusa Tenggara Timur. Hingga saat ini ketinggian gunung ini masih belum diketahui.

Menurut data PVMBG, sebelum gunung Hobal meletus sekitar 1970an, puncaknya terlihat muncul di atas permukaan laut saat air surut.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Kemudian saat terjadi pasang naik, gunung api tersebut kembali tenggelam. Beberapa tahun silam puncaknya masih terlihat ketika air laut surut, namun kini ketika air surut pun puncak gunung Hobal tidak terlihat. Ahli menduga puncak dari gunung ini telah tergerus gelombang laut.

Letusan gunung Hobal terakhir terjadi pada 1999. Kala itu hembusan asap putih mengepul dari permukaan laut hingga ketinggian kurang lebih 100 meter.

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Masuki Fase Erupsi Efusif

2. Gunung Banua Wuhu

Selanjutnya Gunung berapi bawah laut Banua Wuhu berlokasi di sebelah barat daya Pulau Mangehetang, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Menurut catatan, gunung Banua Wuhu mengalami beberapa kali perubahan ketinggian.

Pada 1835, gunung ini memiliki ketinggian 90 meter di atas permukaan laut, dan pada November 1919 ketinggiannya menurun hingga menjadi 12 meter di atas permukaan laut.

Kemudian pada Mei 1935, puncak gunung ini telah berpindah ke bawah laut. Data terkini menunjukkan Banua Wuhu memiliki ketinggian 400 meter dari dasar laut.

Banua Wuhu merupakan salah satu gunung bawah laut yang mendapat perhatian dari PVMBG karena pernah mengalami erupsi yang menyebabkan tsunami pada 1889.

Selain dua gunung tersebut, Indonesia juga memiliki empat gunung berapi bawah laut lain, yakni gunung api Sangir yang terletak di Perairan Sangir. Kemudian gunung Emperor of China dan Nieuwekerk di perairan Maluku. Terakhir gunung Yersey di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Empat gunung api lainnya merupakan gunung api yang terletak pada kedalaman lebih dari 500 meter atau termasuk pada laut dalam. Sehingga potensi dampak erupsi nya relatif kecil,” tutur Andiani.

“Selain itu 4 gunung api tersebut dalam sejarahnya tidak tercatat pernah terjadi bahaya sekunder tsunami,” imbuhnya.

Berita Populer