Connect with us

Peristiwa

Pukul Kepala Dandim, 2 Remaja di Buleleng Bali Dihajar TNI

Akibat insiden itu, pelaksanaan tes antigen ditunda untuk sementara waktu sampai kondisi memungkinkan, serta dilakukan mediasi.

Diterbitkan

on

Suarapakar.com – Dua remaja di Bali dihajar sejumlah pria berseragam TNI, buntut dari pemukulan terhadap Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (23/8/2021).

Insiden tersebut direkam dalam video dan beredar luas di media sosial. Aksi pengeroyokan tersebut, buntut kedua remaja itu memukul kepala Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto saat melaksanakan Tes Swab bersama Tim Satgas Covid-19 Buleleng di Wantilan Pura Bale Agung Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Senin (23/8/2021) pukul 10.30 WITA.

“Kepala saya dipukul dari belakang, kemudian saya bingung siapa yang mukul saya, nah saat itulah anggota yang ada di kanan kiri saya langsung spontan, karena dia tahu, dipukullah orang itu (oleh anggota). Jadi yang di Instagram itu hanya sepotong dari versi mereka saja,” terang Letkol Windra melansir dari detikcom, Selasa (24/8/2021).

Windra mengatakan kejadian tersebut bermula saat pihaknya melakukan swab test antigen di desa tersebut. Swab test antigen dilakukan karena sebelumnya terdapat 27 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan 2 orang meninggal dunia.

Saat petugas menjaring warga, datanglah pengendara sepeda motor dengan orang anak remaja yang masih berstatus mahasiswa. Mereka diarahkan oleh petugas gabungan untuk di-rapid test antigen.

“Cuma anak ini dia tidak mau kemudian dia melarikan diri dengan terlebih dahulu menabrak petugas kami dan langsung kabur dengan cara sporadis. Kemudian setelah itu dia balik lagi kemudian dia (berkata) ‘ngapain kalian menghalangi-halangi jalan saya’. Penyampaiannya begitu sehingga anggota mendekati dan menarik yang bersangkutan,” terangnya.

Baca juga: Soal Pasien Stroke Tolak Surat Covid-19 Meninggal, Ini Kata RSU Mitra Sejati

Dia mengatakan kedua remaja tersebut merupakan mahasiswa. Pihak keluarga pun menolak remaja tersebut dites rapid antigen.

“Masih mahasiswa ini, meronta-ronta dan melawan dan berkata yang kurang baik sehingga kami dudukkan dia. Bapaknya juga datang, kemudian saya dekati untuk bersama-sama di sana, tenang dulu, kita antigen dulu. Tapi kemudian bapaknya tetap menarik anaknya untuk pulang,” imbuhnya.

Saat itulah kemudian tiba-tiba salah satu pemuda tersebut memukul kepala Dandim dari belakang. Akibatnya, anggota TNI yang lain secara spontan langsung menghajar yang bersangkutan.

Insiden Pengeroyokan 2 Remaja Buntut Pemukulan Kepala Dandim di Mediasi

Akibat insiden itu, pelaksanaan tes antigen di Desa Sidetapa ditunda untuk sementara waktu sampai kondisi memungkinkan. Untuk menghindari peristiwa yang tidak diinginkan, Dandim Buleleng mengupayakan mediasi.

Sayangnya, karena warga Desa Sidetapa sudah berkumpul, mediasi kembali dilanjutkan dengan keluarga pelaku pemukul Dandim Buleleng, yang melibatkan tokoh masyarakat dan Perbekel Sidetapa. Hal itu untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Satu setengah jam kegiatan mediasi berlangsung, kata dia, hasilnya belum mencapai titik temu. Hal itu karena dari pihak keluarga pelaku yang merasa menjadi korban pemukulan meminta waktu untuk melaksanakan musyawarah dengan keluarga besar.

KELASTRADING

Berita Populer