Connect with us

Nasional

PPKM Darurat Kota Medan Mulai 12 Juli, 5 Titik Masuk Disekat

“Untuk mengurangi mobilitas, mobilitas masuk ke Kota Medan dan mobilitas yang ada didalam masyarakat Kota Medan sendiri,”

Diterbitkan

on

Seorang pengendara sepeda motor melintas di Pos Penyekatan perbatasan Kota Medan-Kabupaten Deli Serdang di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung, Sabtu (10/7/2021). (Foto: Alfiansyah/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Pemko Medan resmi terapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mulai Senin (12/7/2021) hingga 20 Juli 2021.

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Nasution menjelaskan, pihaknya masih fokus menyosialisasikan kepada masyarakat untuk penerapan PPKM Darurat sebelum diberlakukan.

“Masalah tadi penyekatan dan pembatasan ini memang sudah kita terapkan. Sosialisasikan tapi penerapannya yang disampaikan bapak gubernur kita mengajak masyarakat sebenarnya untuk menerapkan 5M. Salah satunya adalah mengurangi mobilitas, disampaikan bagaimana kita melakukan penyekatan, sosialisasi, apa apa saja yang dilakukan tentang mobilitas, ini yang akan kita bicarakan dan rapatkan,” ungkapnya, usai Rapat Koordinasi Kesiapan PPKM Darurat di Mapolda Sumut, Sabtu (10/7/2021).

Bobby mengatakan bahwa Pemko Medan sudah melakukan 10 titik penyekatan yaitu 5 titik masuk ke dalam kota dan 5 titik di dalam kota, sejak Jumat (9/7/2021) malam.

“Setelah kita sosialisasikan, sebenarnya dari tadi malam kita sudah melakukan 10 titik penyekatan, 5 titik masuk ke Kota Medan yang berbatasan antara Deliserdang dan Binjai, 5 titik lagi pusat Kota Medan,” katanya.

Bobby menegaskan dengan diberlakukannya penyekatan ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

“Untuk mengurangi mobilitas, mobilitas masuk ke Kota Medan dan mobilitas yang ada didalam masyarakat Kota Medan sendiri,” ucapnya.

Dia menyebutkan, bahwa apapun status Kota Medan saat ini, yang terpenting adalah bagaimana penerapan prokes dengan 5 M.

PPKM Darurat di kota Medan yang pasti sebenarnya intinya bagaimana penerapan 5 M untuk kita bisa sosialisasikan dan terapkan di masyarakat. Dan untuk internal diri sendiri bagaimana penerapan 3T ini bisa lebih efektif lagi. Kita lakukan karena di surat putusan disitu tertera semua bagaimana 3T target targetnya. Tracingnya yang kita lakukan minimal berapa kontak tracing perhari minimal berapa dan jumlah tempat tidur harus sediakan oleh kota Medan karena masuk dalam PPKM darurat,” tutur Bobby.

“Namun intinya apapun status Kota Medan hari PPKM darurat hanya menekan kan bagaimana prokes dari 5 M ini bisa benar-benar berjalan. Dan kami sebagai operator, skema skema penerapan 5 M inilah yang hari ini akan dibicarakan dan pengelompokannya saja, apa apa saja yang boleh, dari 100 persen di selebrita, di esensial 50 persen dan sisanya 20 persen,” sambungnya.

Lebih lanjut, Bobby menjelaskan sosialisasi ini nantinya agar tidak terjadi kegaduhan apabila penyekatan telah diberlakukan.

“Ini yang hari ini bagaimana skema penerapannya apakah terjadi gaduh di masyarakat tidak terjadi lonjakan terhadap covidnya sendiri,” ujarnya

Saat ini Kota Medan tengah mempersiapkan peralihan PPKM mikro pengetatan menuju PPKM Darurat.

“Hari ini sebenarnya sebelum Senin nanti dilakukan PPKM Darurat Kota Medan sudah masuk ke dalam PPKM mikro pengetatan. Dalam PPKM mikro pengetatan ini bahwa kami sosialisasikan oleh Bapak Polda kita sosialisasikan dulu terhadap perubahan PPKM mikro, sebelumnya PPKM mikro pengetatan,” pungkas Bobby.

Baca juga: Ini 15 Titik Penyekatan Jalan di Kota Medan Selama Masa PPKM

Ini Pos Penyekatan PPKM Darurat Kota Medan

Ada pun pos penyekatan dan pemeriksaan rapid antigen di perbatasan Kota Medan:

1. Pos Penyekatan/Pemeriksaan Rivera Jalan Sisingamangaraja
2. Pos Penyekatan/Pemeriksaan Simpang Tuntungan di Jalan Besar Delitua
3. Pos Penyekatan/Pemeriksaan Kampung Lalang di Jalan Gatot Subroto (sebelum jembatan)
4. Pos Penyekatan/Pemeriksaan Titi Sewa-Tembung di Jalan Letda Sujono
5. Pos Penyekatan/Pemeriksaan Simpang Tuntungan Jalan Jamin Ginting

Jam operasional mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB setiap hari.

Pos Pengalihan Arus Dalam Kota:

1. Pos pengalihan arus di Jalan Sudirman Simpang Jalan Diponegoro
2. Pos pengalihan arus Jalan Suprapto Simpang Jalan Imam Bonjol Depan Taman Ahmad Yani
3. Pos pengalihan arus Jalan Diponegoro Simpang Jalan Zainul Arifin
4. Pos pengalihan arus Jalan Moh Yamin Simpang Jalan Merak Jingga
5. Pos pengalihan arus Jalan Pemuda Simpang Jalan Palang Merah.

Reporter: Alfiansyah

GRANPRIZE

Berita Populer