Connect with us

Olahraga

PON Papua: Finish Posisi 13, Sumut Gagal Penuhi Target

Sumut finish posisi ke-13, dengan perolehan 10 emas, 22 perak dan 23 perunggu.

Diterbitkan

on

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyerahkan pataka kontingen Sumut PON Papua 2021 kepada Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis. (Sumber: Infosumut)

Suarapakar.com – Kontingen Sumatera Utara (Sumut) gagal memenuhi target masuk 10 besar pada PON XX/2021 Papua, usai finish posisi ke-13, dengan perolehan 10 emas, 22 perak dan 23 perunggu.

Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis menyampaikan permohonan maaf atas pencapaian kontingen Sumut di PON XX/2021 Papua yang hanya menempati peringkat 13 dari 34 provinsi di tanah air.

“Selaku Ketua Umum KONI Sumut dan pimpinan kontingen, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, terkhusus Pemerintah Pronvisi, target bertahan di peringkat sepuluh besar gagal dipenuhi. Saya bertanggungjawab atas kegagalan ini,” ujar John dalam siaran pers yang diterima Suara Pakar, Jumat (15/10/2021).

Didampingi Wakil Ketua I Agung Sunarno dan Sekum Chairul Azmi Hutasuhut, John tidak ingin menyalahkan ataupun mencari ‘kambing hitam’ atas kegagalan kontingen Sumut ini. Pihaknya akan melaporkan hasil evaluasi pencapaian Sumut di PON XX/2021 Papua kepada Pemerintah Provinsi.

“Kita harus mengakui bahwa perkembangan atlet provinsi lain cukup pesat. Hal ini tidak terpantau sebelumnya karena dalam dua tahun terakhir minim event atau kompetisi dampak pandemi covid.

“Dalam persiapan atlet-atlet Sumut minus try in dan try out, kecuali Pelatda Penuh yang dilaksanakan sejak Juli 2021, dan inilah hasil yang didapat,” katanya.

Posisi 10 besar akhir klasemen PON XX/2021 Papua. (Sumber: ponxx2021papua.com)

Baca juga: PON Papua: Agustina Raih Emas Kedua Atletik Sumut

Banyak Cabor Gagal Penuhi Target, Fokus PON 2024

John lebih lanjut menjelaskan, beberapa cabor meraih prestasi cukup baik. Seperti wushu mendapat lima emas, walau sebenarnya berharap tujuh emas karena di PON Jabar meraih sembilan emas.

Selain itu atletik bisa mendapat tiga emas. Bahkan yang mengejutkan Tarung Derajat yang hanya mengirimkan dua atlet tapi maksimal mendapat satu emas dan satu perak. Namun, tambahnya lagi, tidak sedikit pula cabor di Sumut yang terkesan terlalu yakin dengan targetnya tetapi akhirnya gagal meraih emas.

Terkait banyaknya kendala yang dihadapi kontingen Sumut, John tidak memungkiri kontingennya banyak mendapat kendala non tehnis. Tapi sekali, ia tidak ingin menjadi kendala ini menjadi faktor kegagalan Sumut meraih prestasi.

Namun John membenarkan, pelakasanaan PON, terlebih jika Sumut nantinya menjadi tuan rumah bersama Aceh tahun 2024, hendaknya kembali kepada roh dan cita-cita anak bangsa, sebagai ajang memupuk persaudaraan, persahabatan, persatuan dan kesatuan, baru demi prestasi.

“Kalau nanti kita menjadi tuan rumah PON, kita harus bisa menunjukkan kepada masyarakat olahraga Indonesia bahwa kita bisa jujur, sportif dan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga secara universal,” pungkas John.

KELASTRADING

Berita Populer