Connect with us

Kriminal

Polisi Gagalkan Perdagangan 8 Ekor Satwa Langka Kukang di Pekanbaru

“Harga pasarannya berkisar Rp4 juta sampai Rp7 juta,”

Diterbitkan

on

Perdagangan 8 Ekor Satwa Langka Kukang (suara pakar)
Polda Riau gagalkan perdagangan 8 ekor satwa langka kukang di Pekanbaru, (Foto: Zulfan Taufik)

Suarapakar.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda Riau) menggagalkan aksi perdagangan satwa langka yang dilindungi di Pekanbaru. Dalam operasinya itu, polisi telah menyelamatkan 8 ekor satwa dilindungi jenis kukang dan menangkap 2 orang tersangka.

Demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Mapolda pada Senin (19/7/2021) sore. Delapan ekor satwa langka kukang itu, kata Sunarto, dibawa oleh tersangka KIS (55) dan RAF (30) dari hutan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

“Dimana modus para pelaku yakni menjual satwa langka kukang itu. Rencana para pelaku akan menjual hewan Kukang di Pekanbaru,” ujarnya.

Untuk estimasi harga delapan ekor kukang tersebut, ditambahkan Sunarto, berkisar antara Rp4 juta hingga Rp7 juta per satu ekor.

“Harga pasarannya berkisar Rp4 juta sampai Rp7 juta,” katanya.

Baca juga: Diduga Pakai Narkoba, Kepala Rutan Kelas I Depok Ditangkap Polisi

Harga 1 Ekor Kukang Dibanderol dengan Harga Rp2,5 Juta

Kasus tersebut, imbuh Sunarto, terungkap saat kedua tersangka sedang melakukan transaksi jual beli 8 ekor Kukang. Dimana, harga satu ekornya dibanderol dengan harga Rp2,5 juta.

Tak hanya delapan ekor kukang, lanjut Sunarto, pihaknya juga mengamankan satu unit minibus berjenis Toyota Avanza.

“Untuk barang bukti 8 ekor kukang, Mobil Toyota Avanza BA 1117 EW,” ungkapnya.

Transaksi perdagangan satwa langka itu, ungkapnya, terjadi di Parkiran Rumah Sakit Eka Hospital, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, Senin (12/7/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

Atas perbuatannya itu, maka kedua tersangka akan dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 KUHPidana.

Kontributor: Zulfan Taufik

GRANPRIZE

Berita Populer