Connect with us

Kriminal

Polda Sumut Kirim 3 Tersangka Kasus Jual Beli Vaksin Ilegal ke Jaksa

“Hari ini ketiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi suap penjualan vaksin Covid-19 bersama barang bukti telah dilimpahkan ke Kejati Sumut,”

Diterbitkan

on

Polda Sumut Kirim 3 Tersangka (suara pakar)
Ketiga tersangka yang diserahkan Polda Sumut ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kamis (15/7/2021) (Foto: Humas Polda Sumut/Jafar)

Suarapakar.com – Penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumatera Utara menyerahkan tiga tersangka kasus jual beli vaksin Covid-19 ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kamis (15/7/2021).

“Ketiga tersangka yang diserahkan itu berinisial S alias Selvi, IW alias Indra dan KS alias Kris,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Hadi mengatakan, ketiga tersangka yang dilimpahkan ke Kejati Sumut itu telah ditahan di Rutan Labuhan Deli dan Rutan Tanjung Gusta.

“Hari ini ketiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi suap penjualan vaksin Covid-19 bersama barang bukti telah dilimpahkan ke Kejati Sumut,” ucapnya.

Terbongkarnya kasus penjualan Vaksin Sinovac ilegal bermula saat personil Poldasu menerima laporan tentang adanya kegiatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat tertentu di Perumahan Jati Residen, Selasa (18/5/2021) lalu.

Dalam kasus itu, Poldasu menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus penjualan vaksin Covid-19 secara ilegal kepada masyarakat. Dimana, tiga orang aparatur sipil negara (ASN) dan satu orang merupakan koordinator.

Keempat tersangka itu, yakni SW (40) yang merupakan agen properti, IW (45) ASN yang bertugas di Rutan Tanjung Gusta, KS (47) ASN dan SH yang bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi Sumut.

Baca juga: Suap Izin Ekspor Benur, Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun Penjara

3 Tersangka Jual Beli Vaksin Ilegal Dikenakan Pasal Tindak Pidana Korupsi

Sedangkan total uang yang sudah mereka terima selama 15 kali vaksinasi tersebut, mencapai sebesar Rp271.250.000. Lalu, fee yang diberikan kepada SW dari hasil kegiatan tersebut sebesar Rp32.550.000.

“Oleh karena itu, terhadap SW selaku pemberi suap, dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b dan/atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999,” ungkap Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.

Kemudian untuk IW dan KS selaku penerima suap, dikenakan pasal 12 huruf a dan b dan/atau Pasal 5 ayat 2 dan/atau Pasal 11 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001.

Selanjutnya dijuntokan dengan Pasal 64 ayat 1 KUHP serta Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Sementara itu terhadap tersangka SH, Panca mengatakan, berperan memberikan vaksin kepada IW tanpa melewati prosedur yang seharusnya. Kepadanya akan dikenakan Pasal 372 dan 374 KUHP yang bila memungkinkan akan dijerat dengan pasal tindak korupsi.

“Barang bukti yang kita sita ada 13 botol vaksin sinovac, di mana 4 botol sudah kosong. Saat ini sisanya kita amankan untuk menjaga kualitas agar dapat digunakan kembali kepada yang berhak,” tandasnya.

Reporter: Jafar Wijaya

GRANPRIZE

Berita Populer