Connect with us

Olahraga

Petinju Putri Langkat Meninggal Usai KO di Selekda Tinju Sumut

Selekda Tinju Sumut itu, Rina persembahkan medali perunggu bagi Langkat dengan perolehan medali empat medali emas, tiga perak dan dua perunggu.

Diterbitkan

on

Petinju putri Langkat, Rina Diastari semasa hidup. (Sumber: Facebook)

Suarapakar.com – Petinju putri asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rina Diastari (21) meninggal dunia usai kalah KO pada laga final Selekda Tinju Sumut di Medan di Pusdiklat Pertina Sumut Manalu Boxing Camp, yang berakhir 16 Agustus 2021 lalu.

Wakil Ketua KONI Langkat Idris membenarkan kabar duka tersebut. Rina yang sebelumnya adalah atlet karate di semayamkan di rumah duka, usai meninggal dunia di RSUP haji Adam Malik Medan.

“Rumah duka di Desa Pembangunan Tanjung Langkat Kecamatan Salapian. Kami sudah mengantarkan jenazah almarhum tadi malam,” ungkap Idris.

Rina dibawa ke RS Adam Malik sejak Senin (23/8/2021), usai kalah RSC di laga final Selekda Tinju Sumut di Medan yang dilaksanakan Pengprov Pertina Sumut untuk menjaring atlet persiapan PON XXI/2024 Aceh- Sumut.

Di laga final, Rina yang bertanding di Kelas 54 Kg, berhadapan dengan Tiara (Medan). Laga di partai pamungkas ini dihentikan di ronde kedua, karena wasit menilai, Rina tidak layak lagi melanjutkan pertandingan.

Selanjutnya karena mengalami pendaharahan di bagian kepala, Rina yang sebelumnya mantan karateka ini, pada Sabtu (21/8/2021) menjalani operasi di bagian kepala. Kepergian Rina meninggalkan duka mendalam, khusus bagi Pertina dan KONI Langkat.

Sebab pada Kejurda Tinju Elite yang juga Selekda atlet untuk Pelatda PON 2024 yang digelar 13 hingga 16 Agustus lalu, Pertina Langkat tampil di peringkat kedua dengan torehan empat medali emas, tiga perak dan dua perunggu. Satu dari tiga medali perak tersebut adalah persembahan almarhumah Rina Diastari.

Suasana rumah duka petinju outri Langkat meninggal dunia usai KO. (Sumber: Istimewa)

Baca juga: Viral, Penjahat Modus Petugas Satgas Covid-19 Berkeliaran di Medan

Petinju Putri Meninggal Usai KO, Ini Kata Pertina Sumut

Sementara itu Ketua Umum Pengprov Pertina Sumut, Romein Manalu mengatakan, jika Rina meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kita sangat berduka atas kejadian ini. Tapi kita tidak bisa menolak ketentuan Yang Maha Kuasa. Rina meninggal setelah empat hari menjalani operasi di bagian kepala,” ungkap Romein.

Romein menjelaskan, bila perangkat pertandingan sudah menjalankan ketentuan sesuai aturan. Rina pun dinyatakan kalah KO usai mendapatkan tiga kali pukulan beruntun.

“Karenanya, ketika Rina mendapat tiga pukulan beruntun, wasit langsung menghentikan laga,” pungkasnya.

Video Petinju Putri Langkat Meninggal Dunia Usai KO

Reporter: Jafar Wijaya

Berita Populer