Connect with us

Ekonomi

Pertamina Kaji Kenaikan Harga BBM Pertamax, Disesuaikan dengan Minyak Dunia

“Kami masih mengkaji untuk penyesuaian harga,”

Diterbitkan

on

Pasokan BBM dan LPG (suara pakar)
SPBU Pertamina, (Foto: Suara Pakara)

Suarapakar.com – PT Pertamina (Persero) masih mengkaji kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax di tengah tingginya harga minyak mentah dunia.

“Kami masih mengkaji untuk penyesuaian harga,” kata Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Irto Ginting dikutip dari cnnindonesia, Selasa (8/2/2022).

Ia menyatakan, penyesuaian harga BBM di Indonesia, termasuk Pertamax tergantung pada harga minyak mentah dunia dan kurs dolar AS. Khusus untuk Pertamax, harga Rp9.000 per liter sudah bertahan selama dua tahun.

“Penyesuaian itu melihat harga minyak dunia dan kurs (dolar AS). Harga (minyak mentah dunia) masih di atas US$90 (per barel). Penyesuaian terakhir Februari 2020,” ujarnya.

Diketahui, harga minyak dunia turun tipis pada penutupan perdagangan Senin (7/2/2022) waktu AS. Pergerakan harga ditengarai sebagai buntut pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang mengarah pada penghapusan sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang Diskon Pajak Rumah Baru hingga September 2022

7 Pekan Belakangan Harga Minyak Mentah Dunia Reli

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret merosot 58 sen atau 0,6 persen menjadi US$92,60 per barel setelah mencapai nilai tertinggi pada tujuh tahun terakhir.

Sementara, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 99 sen atau 1,1 persen menjadi US$91,32 per barel.

Kendati demikian, harga minyak dunia masih reli selama tujuh pekan berturut-turut di tengah kekhawatiran akan pasokan di tengah cuaca dingin AS dan tensi politik antara produsen di dunia.

Jika sanksi AS dicabut, Iran kemungkinan dapat lebih cepat mengekspor jutaan barel minyak mentah untuk menurunkan harga minyak dunia.

Berita Populer